Breaking News:

Gubernur Khofifah Ingin PLN Tambah Titik Pengisian Baterai Charging Kendaraan Listrik

Khofifah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
ist PLN UID Jatim
General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto dan Dirut PT Wika Manufacture Samyarto saat audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Selasa (16/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sambut kedatangan rombongan PT PLN (Persero) UID Jawa Timur dan PT Wika Manufacture (WIMA) produsen motor listrik Gesits dalam audiensi di Gedung Grahadi, Selasa (16/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur, khususnya infrastuktur penunjangnya.

"Masyarakat berharap dengan kendaraan listrik tentunya lebih efisien dan operasionalnya juga mudah. Kami juga berharap masyarakat mendapat kemudahan untuk mengakses stasiun pengisian baterai dan charging station dimana saja, sehingga titiknya perlu diperbanyak," papar Khofifah.

Menyambut positif dukungan Khofifah, General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto menyatakan komitmen penuh PLN mendukung iklim kendaraan listrik di Jawa Timur.

"Hingga saat ini terdapat 8 SPKLU di Jawa Timur yang berada di 6 titik yakni PLN ULP Embong Wungu, PLN UP3 Situbondo, PLN UP3 Banyuwangi, PLN UP3 Ponorogo, Rest Area 626A Madiun, dan yang baru aktivasi yakni di Rest Area 626B Madiun. Sementara di seluruh Indonesia ada 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun akan ada 67 unit SPKLU yang beroperasi lagi. Ini merupakan upaya PLN untuk memasifkan kendaraan listrik di Indonesia," terang Adi.

Adi menambahkan saat ini di PLN UID Jatim sudah ada 265 motor listrik Gesits yang digunakan sebagai kendaraan operasional pelayanan pelanggan di 112 Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)  PLN se-Jawa Timur.

"Berawal dari itu, kami mengajak masyarakat untuk ikut terlibat mensukseskan electrifying lifestyle, merubah kebiasaan dengan menggunakan kendaraan listrik yang lebih praktis, efisien dan tentunya mendukung terciptanya lingkungan yang lebih kondusif," jelas Adi.

Motor listrik Gesits merupakan hasil penelitan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dilakukan sejak 2007 lalu. Pengembangannya terus dilakukan hingga pada 2015, prototipenya pun diikutsertakan dalam pameran otomotif IIMS kala itu.

Seiring dengan berjalannya waktu motor listrik pun dipasarkan secara meluas setelah melalui kajian performa, jarak tempuh, konsumsi daya, dan aspek keselamatan.

Menjajal langsung produk dalam negeri ini, Khofifah mengendarai Gesits dalam acara sambung listrik gratis di Ponorogo (8/11/2021) lalu. Menurutnya, Gesits memiliki performa yang bagus, tidak bising, dan ramah lingkungan karena mengurangi emisi CO2 dan konsumsi bahan bakar fosil.

Dirut PT Wika Manufacture (WIMA), Samyarto menyampaikan hingga saat ini motor listrik Gesits terus ditingkatkan performanya hingga dapat berkompetisi di pasar.

"Mulai dari inovasi battery energy saver, efisiensi pemakaian tenaga listrik, perawatan mudah hingga energi bersih menjadi fitur unggulan yang kami tawarkan, hingga saat ini pun kami masih dalam tahap pengembangan. Dengan berbagai keunggulan tersebut kami optimis iklim kendaraan listrik sudah di depan mata," papar Samyarto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved