Persebaya Surabaya
Bonek Persebaya Surabaya Warisan Leluhur Rajin Gelar Aksi Sosial
Komunitas Bonek Persebaya Warisan Leluhur merupakan wadah bagi para pecinta Bajul Ijo
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas Bonek Persebaya Warisan Leluhur merupakan wadah bagi para pecinta Persebaya. Dari era kiper legendaris M Asik hingga Agus Purwanto, komunitas yang beranggotakan 86 orang ini terus mendukung tanpa batas Bajul Ijo.
Adi Suprianto, Korlap Bonek Persebaya Warisan Leluhur mengatakan, komunitas ini berdiri 9 Juni 2018. Para anggota rutin menyempatkan waktu luang berkumpul di sebuah warung kopi daerah Kusuma Bangsa.
"Kami sendiri ikut Gate 21 berkat ajakan dari almarhum Cak Joner atau Jhonerly Simanjuntak. Kami terus memberikan aspirasi. Tapi sayang, tidak sampai tiga bulan almarhum meninggalkan para Bonek. Kami harus menjaga amanah ini, mendirikan sebuah tempat menyalurkan rasa cinta kepada klub," sebut Adi, Selasa (16/11/2021).
Berbagai aksi sosial, kata pria yang kerap disapa Adi Kotak, terus digalakkan bersama karang taruna setempat. Mulai santunan terhadap anak yatim piatu, penggalangan dana bencana alam, hingga membantu para lanjut usia memberikan bantuan berupa sembako.
"Kami juga patuh prokes (protokol kesehatan). Tidak harus datang ke stadion demi menciptakan gerakan mendukung Persebaya. Gerakan itu tidak disuruh oleh orang lain, tapi dari hati," ungkapnya.
"Dengan cara ide-ide positif yang banyak, bisa mendukung keseimbangan antara pihak terkait dengan pemerintah. Saya yakin para bonek dari berbagai tribun pasti ada cara positif mendukung Persebaya," lanjutnya.
Baginya, bukan hanya suporter saja yang harus berjuang secara totalitas dan mendukung Pesrebaya. Para pemain, pelatih dan manajemen, ikut kerja keras.
"Loyalitas dari kedua pihak harus dioptimalkan. Mulai dari pemain dari lini per lini wajib wani ngeyel dan lebih ngosek lagi," tegasnya.
Adi berpesan kepada para suporter tetap bersaudara dan berangkulan. Walaupun rival berat, tapi tetap berdampingan di luar lapangan. Jangan sampai menimbulkan kekerasan dan korban jiwa.
"Mari kita belajar sedikit demi sedikit menuju kedewasaan. Meski tidak gampang karena karakter setiap orang berbeda-beda. Tapi di luar stadion, terus hidup guyup rukun sesama suporter," harap Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/komunitas-bonek-persebaya-warisan-leluhur-merupakan-wadah-bagi-para-pecinta-bajul-ijo.jpg)