Breaking News:

Berita Trenggalek

Tanah Gerak di Trenggalek, Rumah Warga Panggul Terancam Ambles, Disebut Sudah Tiga Kali Terjadi

Awal musim penghujan akhir tahun ini mengakibatkan tanah gerak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Tanah gerak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Selasa (16/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Awal musim penghujan akhir tahun ini mengakibatkan tanah gerak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Tanah di beberapa titik di Dusun Tumpak Wareng mengalami ambles dengan ketinggian antara 25 sentimeter, hingga 1 meter.

Menurut Yuslan, warga setempat, tanah ambles sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. Ceritanya, wilayah tersebut diguyur hujan deras mulai malam hari hingga pagi.

“Pagi itu teman-teman banyak yang bilang ada tanah gerak. Kemudian saya cek, ternyata betul,” kata Yuslan, Selasa (16/11/2021).

Tanah yang ambles berada di area tegalan. Sebagian lain lokasinya dekat dengan rumah seorang warga. Yakni hanya berjarak sekitar 2 meter.

Yuslan berharap, kejadian tanah gerak tersebut segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga, kejadian tersebut tak membahayakan. Khususnya bagi warga yang tinggal di dekat titik amblesnya tanah.

“Harapan kami bagaimana ini bisa ditanggulangi. Dengan cara apa begitu, agar tidak gerak terus,” kata dia.

Kepala Desa Wonocoyo, Didik Herkunadi menjelaskan, tanah gerak di dusun tersebut bukan kali pertama. Setidaknya, ia mencatat tiga kali kasus serupa terjadi.

“Pertama tahun 2017. Kemudian tahun 2020. Dan sekarang ini tahun 2021,” kata Didik.

Dari tiap tahun, lokasi titik tanah gerak berbeda. Namun, lokasinya dekat dengan tempat yang mengalami tanah gerak sekarang.

Ia mengatakan, seorang warga yang rumahnya dekat dengan tanah gerak, Katimin, sudah mengosongkan huniannya. Ia kini tinggal di rumah sang saudara untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Didik juga mengimbau kepada warga lain di sekitar lokasi tanah gerak untuk selalu waspada. Utamanya ketika wilayah tersebut diguyur dengan hujan intensitas tinggi.

“Untuk sementara, kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi agar rumah tidak dihuni utamanya ketika hujan,” ujar dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved