Jumat, 17 April 2026

Pemkot Surabaya Cegah Warganya Membakar Pohon Rentan Tumbang

Pemkot Surabaya mengakui ada sejumlah pohon yang rentan roboh di Surabaya. Di antaranya disebabkan angin besar, akar pohon

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Rudy Hartono
Pemkot Surabaya
Petugas membersihkan pohon yang tumbang akibat hujan yang disertai angin.  

SURYA.co.id, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengakui ada sejumlah pohon yang rentan roboh di Surabaya. Di antaranya disebabkan angin besar, akar pohon yang sudah terangkat, ukuran pohon yang besar, dan usia pohon yang sudah tua. 

Saat ini, Pemkot melakukan sejumlah langkah penanggulangan. Apabila ada pohon yang rentan, Pemkot akan mengambil sejumlah langkah. Di antaranya, perampingan dahan dan ranting. 

"Perantingan terus kami lakukan. Bukan hanya untuk pohon di sejumlah jalan protokol, namun juga untuk di kawasan lain yang memang berpotensi roboh," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Anna Fajriatin. 

Langkah perantingan juga tak dilakukan secara asal. Pemkot juga menyesuaikan dengan jenis tanaman agar perampingan bisa mencegah pohon mudah roboh.  "Misalnya untuk pohon besar seperti sono, perantingan tidak dilakukan dari bawah karena akan menyebabkan pohon bertambah tinggi. Kalau yang seperti ini, perantingan dilakukan dengan metode berbeda," kata Anna. 

Selain dengan perantingan, Pemkot juga akan melakukan peremajaan. DKRTH akan mengganti tanaman tua dengan yang baru. Langkah lainnya, pemkot juga meminta warga proaktif melaporkan apabila ada temuan soal pohon rentan roboh. Pihaknya siap menindaklanjuti. "Jangan justru dibakar akarnya. Kami menemukan banyak pohon yang dibakar oleh warga karena dirasa sudah tua," katanya. 

"Saya mohon, jangan dibakar karena ini juga makhluk hidup. Kasihan. Sampaikan kepada kami, nanti kami ganti dengan tamanan lain, seperti Tabebuya, misalnya," katanya. 

Saat ini, Pemkot juga telah menerima banyak laporan dari warga soal potensi pohon roboh. "Banyak (laporan). Dalam satu hari, bisa sampai empat titik," katanya.

Pihaknya menegaskan, bahwa Surabaya tetap akan mempertahankan pohon sebagai sarana menyaring udara. Penanaman pohon dan pembuatan taman yang masif dilakukan sejak era Wali Kota Tri Rismaharini ini terbukti efektif menurunkan suhu di Kota Pahlawan. 

"Dengan adanya pohon ini, Surabaya bisa lebih sejuk. Keberadaan pohon ini sangat terasa penting, apalagi ketika musim kemarau," tegasnya. 

Untuk diketahui, hujan disertai angin kencang menumbangkan sejumlah pohon di Kota Surabaya, Selasa (16/11/2021) siang. Ini di antaranya terjadi di ruas jalan di sekitar sebuah kampus di Lidah Wetan. Pada Minggu (14/11/2021) lalu, hujan yang disertai angin juga mengakibatkan kejadian serupa. Pohon tumbang terjadi di antaranya di Jalan Prada Kali Kendal, Jalan Alun-Alun Contong, dan Jalan Darmo Permai. Lalu Jalan Purwodadi Utara, Jalan Raya Menganti Karangan dan Jalan Pahlawan. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved