Breaking News:

Berita Jember

Komisi A Minta Prioritas Vaksinasi ke Desa Penggelar Pilkades di Jember

Komisi A meminta Dinkes Jember memprioritaskan sebaran vaksinasi Covid-19 ke desa yang bakal menggelar Pilkades.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Ketua Komisi A DPRD Jember, Tabroni. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Komisi A meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember memprioritaskan sebaran vaksinasi Covid-19 ke desa yang bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Pada 25 November 2021, 59 desa di Kabupaten Jember bakal menggelar Pilkades Serentak. Pilkades tersebut masih di masa pandemi Covid-19.

Ketua Komisi A DPRD Jember, Tabroni meminta Dinkes memprioritaskan sebaran vaksinasi ke 59 desa tersebut.

"Itu sesuai dengan Instruksi dari Mendagri, bahwa program vaksinasi diutamakan ke desa-desa yang melaksanakan Pilkades. Kami mengharapkan Dinkes melakukan itu. Sebaran vaksinasi diprioritaskan kepada warga di 59 desa yang akan menggelar Pilkades 25 November nanti," ujar Tabroni kepada SURYA.CO.ID, Selasa (16/11/2021).

Komisi A tidak memiliki data capaian vaksinasi di 59 desa tersebut. Namun Tabroni mengharapkan, capaian di 59 desa itu sudah tinggi sampai Pilkades digelar nanti.

Tabroni menyarankan Dinkes bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember, dan panitia Pilkades tingkat kabupaten untuk mengecek kembali capaian vaksinasi di 59 desa itu di sisa waktu menjelang Pilkades. Jika masih ada ketersediaan vaksin, maka program vaksinasi bisa dilakukan di 59 desa dengan menyasar warga calon pemilih yang belum vaksin.

"Jadi nantinya Pilkades ini bisa berjalan secara aman dan lancar, juga keselamatan warga terjamin. Vaksinasi ini program pemerintah, sedangkan hak warga untuk bisa memilih. Jadi seharusnya bisa seiring sejalan," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sebagai upaya penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan pencoblosan di Pilkades Jember juga berubah. Biasanya, TPS Pilkades berada di satu titik, seperti lapangan desa setempat.

Dalam Pilkades pekan depan, TPS Pilkades disebar seperti saat Pilkada. Setiap TPS hanya menampung 500 orang pemilih.

Ketika dalam satu desa seumpama ada 8.000 orang pemilih, maka akan disebar ke 16 TPS.

"Ini yang berbeda dengan sebelumnya. Harapannya supaya tidak ada kerumunan warga, juga jaga jarak bisa diatur," pungkas Tabroni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved