Breaking News:

Hasil Imbang PSIL Lumajang Vs Persipro 1954, Diwarnai Gol Bunuh Diri dan Penalti

Gol bunuh diri oleh Pemain PSIL Chandra Tri Sasongko ke gawang PSIL yang dijaga oleh Audi Febrianto di menit 59 babak kedua

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Rudy Hartono
surya
Pertandingan PSIL Lumajang Vs Persipro 1954 di Stadion Notohadinegoro, Jember, Selasa (16/11/2021) sore 

SURYA.co.id | JEMBER – Gol bunuh diri, dan gol penalti mewarnai pertandingan laga kedua Grup J Liga 3 2021 Zona Jawa Timur antara PSIL Lumajang Vs Probolinggo FC (Persipro 1954) di Stadion Notohadinegoro, Jember, Selasa (16/11/2021) sore.

Gol bunuh diri oleh Pemain PSIL Chandra Tri Sasongko ke gawang PSIL yang dijaga oleh Audi Febrianto di menit 59 babak kedua. Gol bunuh diri itu terjadi setelah pemain Persipro menendang dari pojok, yang bisa dihalau oleh Audi. Namun bola tidak tertangkap, dan terlempar ke depan gol. Chandra yang berusaha menghalau bola, malah keliru arah. Sehingga sang bola malah masuk ke gawang sendiri.

Meski kena gol bunuh diri, anak asuh Pelatih Slamet Sampurno tidak pantang menyerah. Pemain PSIL terus merangsek dan menyerang ke lapangan Persipro. Hingga akhirnya di menit ke-62, Rahul Gilang Falintino mampu menjebol gawang Persipro. Kedudukan 1 : 1 tercipta di babak kedua.

Permainan saling serang antara PSIL Lumajang Vs Persipro 1954 di babak pertama tidak ada yang membuahkan gol. Kedua tim bergantian bermain di lapangan lawan. Di menit ke-65, Persipro berhasil menjebol gawang PSIL. M Ega Apriliano berhasil memanfaatkan operan bola dari kanan gawang. Ega menendang keras bola itu sehingga mampu menjebol gawang PSIL.

Pemain PSIL kembali tidak mau kalah. Mereka membalas gol di menit ke-81 melalui tendangan penalti. Pinalti itu dieksekusi oleh Deva Pradita Tegar Amrullah.

Penalti tercipta setelah terjadi rebutan bola di kotak pinalti antara pemain PSIL dan Persipro, hingga akhirnya ada 'handball' dari pemain Persipro. Hadiah penalti bisa dieksekusi secara baik oleh pemain PSIL, Deva Pradita.

Hingga permainan babak kedua berakhir, bahkan ada tiga menit perpanjangan waktu, kedudukan bertahan 2 : 2 untuk PSIL Lumajang dan Persipro 1954.

Di perpanjangan waktu, PSIL sebenarnya memiliki dua peluang bagus. Tetapi peluang itu gagal dieksekusi secara baik oleh pemain PSIL Lumajang. "Iya, kami belum beruntung meski mendapatkan peluang bagus itu," ujar Pelatih PSIL Lumajang Slamet Sampurno.

Slamet menuturkan, anak asuhnya sempat canggung dalam bermain, dan tidak bisa bermain secara lepas. Mereka tidak bisa mengontrol diri sendiri. "Kami harus tingkatkan komunikasi tim. Kami juga masih memiliki dua sisa pertandingan untuk menambah poin," tegas Slamet.

Sedangkan Pelatih Persipro 1954 Soeharjono mengatakan, tidak adaya hujan membuat anak asuhnya bermain secara 'enjoy' ketika melawan PSIL.

Mental menyerang anak-anak Persipro terlihat sekali dalam dua babak pertandingan. Walhasil, pertandingan PSIL dan Persipro menjadi laga seru karena saling serang, namun juga bertahan. "Tidak adanya hujan membuat permainan anak-anak enjoy. Namun kami harus terus melakukan perbaikan, terutama di pemain belakang," kata Soeharjono.

Dua laga Grup J di Selasa (16/11/2021), tidak diwarnai hujan sama sekali. Dalam dua hari laga sebelumnya, hujan selalu mengguyur kawasan Stadion Notohadinegoro, Jember.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved