Breaking News:

Berita Mojokerto

Atap Kelas Ambruk Akibat Angin Kencang, Siswa MI Roudlotul Muttalim Mojokerto KBM di Teras Sekolah

Sejumlah siswa MI Roudlotul Muttalim, Jetis, Kabupaten Mojokerto, terpaksa belajar di luar ruangan setelah atap bangunan kelas sekolahnya ambruk

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/suryamalang.com
Kondisi siswa belajar di teras akibat atap kelas ambruk, di sekolah MI Roudlotul Muttalim, Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/11/2021). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sejumlah siswa MI Roudlotul Muttalim, Jetis, Kabupaten Mojokerto, terpaksa belajar di luar ruangan setelah atap bangunan kelas sekolahnya ambruk akibat hujan disertai angin kencang.

Mereka sudah satu pekan belajar di teras sekolah lantaran kondisi ruangan membahayakan rawan roboh bahkan lantai kelas tergenang air.

Kondisinya semakin memprihatinkan,siswa kelas VI duduk di kursi seadanya tanpa papan tulis, hanya ada satu meja di barisan depan saat pembelajaran tatap muka.

Seorang guru tampak berdiri di samping barisan kirsi siswa sembari membaca buku menerangkan pembelajaran.

Sedangkan, kelas V untuk sementara menempati ruangan Laboratorium komputer.

Keadaan ini membuat siswa tidak nyaman saat menerima pembelajaran di sekolah.

"Ya enak di kelas kalau di teras begini tidak nyaman, semoga kelasnya bisa cepat diperbaiki," ucap seorang siswa bernama Elang Ahmad Sailendra, Selasa (16/11/2021).

Guru MI Roudlotul Muttalim, Muhammad Syarifudin mengatakan sudah sepekan siswa belajar di teras sekolah lantaran dua atap kelas dan satu ruangan kantor ambruk parah saat hujan deras disertai angin kencang, pada (4/11/2021) sore.

"Tiba-tiba atap kelas dan ruangan kantor ambruk berserakan di lantai saat hujan deras," jelasnya.

Fudin mengaku kondisi ruangan kelas dan kantor semakin parah hingga terendam air saat hujan deras.

Pihak sekolah telah melaporkan kerusakan kelas dan ruangan kantor pada pengawas MI Kecamatan Jetis.

"Sudah kemarin kesini pengawas MI Jetis setelah dilihat dan foto dikirim ke Kemenag namun belum ada perkembangannya," jelasnya.

Pihak sekolah berinisiatif membuka donasi bagi guru dan wali murid untuk memperbaiki atap kelas yang ambruk.

Namun sampai sekarang uang hasil donasi masih belum cukup lantaran mayoritas siswa berasal dari keluarga ekonomi sedang ke bawah.

"Memang sempat ada donasi swadaya dari wali murid dan guru-guru serta warga setempat namun belum cukup, karena itu siswa kelas V dipindahkan di ruangan komputer dan siswa kelas VI untuk sementara di teras sekolah," ucap Fudin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved