Breaking News:

Berita Mojokerto

Wisata Petirtaan Jolotundo Mojokerto Ditutup Sementara Pasca Peristiwa Maut yang Menewaskan 3 Orang

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto menutup sementara kawasan wisata Petirtaan Jolotundo.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Penutupan sementara wisata Petirtaan Jolotundo, Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Senin (15/11/2021) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto menutup sementara kawasan wisata Petirtaan Jolotundo.

Penutupan ini dilakukan pasca peristiwa pohon tumbang yang menimpa warung hingga merenggut tiga korban jiwa dan lima orang luka-luka.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo, mengatakan pihaknya melakukan evaluasi pasca kejadian pohon tumbang yang menewaskan tiga orang dan melukai lima orang di kawasan wisata Petirtaan Jolotundo, Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Trawas.

"Kepentingan evaluasi dan pembersihan puing-puing di lokasi kejadian untuk sementara wisata Petirtaan Jolotundo ditutup selama tiga hari ke depan," ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Amat menyebut Pemerintah Daerah bersama Perhutani akan melakukan mitigasi potensi bencana alam terutama pohon tumbang di kawasan pariwisata tersebut.

"Pohon-pohon di kawasan wisata itu memang wewenang dari Perhutani sehingga kita rapat bersama untuk mitigasi mencegah bencana alam terutama pohon tumbang di wisata Jolotundo," jelasnya.

Menurut dia, mitigasi juga akan dilakukan seluruh objek wisata alam di Kabupaten Mojokerto khususnya di pariwisata Pacet-Trawas.

"Banyak pedagang PKL-PKL yang berada dalam kawasan wisata tempatnya di bawah pohon sehingga perlu dilakukan sosialisasi untuk antisipasi agar tidak kejadian ini tidak terulang," ucap Amat.

Dia menambahkan wisata Petirtaan Jolotundo akan kembali untuk umum menunggu hasil evaluasi dan mitigasi bencana.

"Besok kita lakukan mitigasi mengecek pohon-pohon di lokasi wisata jika ada yang potensi roboh kita minta Perhutani untuk segara dipangkas," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved