Breaking News:

Webinar Malang Space 2021, Potensi Diri Memotivasi Setiap Pelaku UMKM untuk Berkembang

Pemerintah Kota Malang pun kini tengah berupaya untuk kembali membangkitkan gairah bagi UMKM agar mampu bangkit.

Editor: Cak Sur
Istimewa
Webinar Malang Space 2021 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pandemi Covid-19 cukup memberikan dampak bagi para UMKM di Indonesia. Pasalnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negara, di mana ada 64 juta UMKM di Indonesia. Hal ini pun menuntut agar para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat bangkit dan berkembang di masa pandemi.

Salah satunya, harus kreatif dan adaptif melalui sejumlah penyesuaian di tengah pandemi yang tidak tahu kapan akan berakhir. Pemerintah Kota Malang pun kini tengah berupaya untuk kembali membangkitkan gairah bagi UMKM agar mampu bangkit.

Salah satunya ialah menggelar kegiatan talkshow secara virtual yang mengambil tema “Solusi Digitalisasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Engagement Karyawan UMKM” pada Sabtu (13/11/2021).

Kegiatan talkshow kali ini merupakan rangkaian acara dari Malang Space 2021 yang digelar oleh Diskominfo Kota Malang, Dekranasda Kota Malang, Venteny, Harian Surya dan Tribun Jatim Network.

Webinar Malang Space 2021

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan dua narasumber utama dan tokoh UMKM dari Kota Malang. Di antaranya ialah Damar Raditya sebagai Group COO Venteny dan Nur Cholidah, Founder House Of Diamonds Indonesia.

Mereka berdua memberikan sejumlah motivasi, arahan, dan masukan agar para UMKM ini bisa tetap survive di masa pandemi Covid-19 ini.

"Di tengah pandemi ini, kita harus melihat potensi diri, apa yang bisa kita lakukan. Dengan begitu, maka ada sebuah motivasi yang menuntut kita untuk berkembang," ucap Nur Cholidah, Founder House Of Diamonds Indonesia.

Webinar Malang Space 2021

Perempuan yang akrab disapa Ida itu merupakan seorang penjahit yang sudah 20 tahun berkecimpung di dunia tekstil. Dia juga pendiri dari House Of Diamonds Indonesia yang merupakan organisasi bisnis yang tak hanya berjualan, namun juga berfokus untuk memberdayakan para perempuan menjadi pebisnis.

Selama ini, Ida itu banyak membantu masyarakat terutama ibu-ibu dalam berkarya. Masyarakat yang dia bantu itu merupakan eks karyawan sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan pekerjaan. Di sana, Ida melakukan pembinaan dan edukasi, agar masyarakat bisa menghasilkan karya.

"Banyak orang datang ke kami meminta pekerjaan. Terutama eks karyawan perusahaan. Hampir 100 persen dari mereka ini tidak memiliki skill. Apalagi kami bergerak di bidang tekstil. Jadi susah bagi mereka ini untuk mengikuti pada awalnya," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved