Breaking News:

Berita Tulungagung

Terbelit Kasus 15 Ekor Ular Predator, Dua Sahabat di Tulungagung Terancam Hukuman 7 Tahun

Selain itu, korban melihat pot bunga di pagar sebelah kanan rumahnya rusak. Diduga pelaku merusak pot bunga itu

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Dua di antara belasan ekor ular piton yang dicuri di Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Gara-gara belasan ekor jenis predator, dua pemuda di Tulungagung harus berhadapan dengan hukum dan terancam penjara 7 tahun. Itu setelah OP (20) dan RS (17) asal Kecamatan Ngunut ketahuan menjual belasan 5 ekor ular jenis piton di media sosial (medsos), dan ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Ngantru Polres Tulungagung, Minggu (14/11/2021) lalu.

Pencurian yang tidak lazim itu dilakukan kedua pelaku yang bersahabat itu di rumah milik Zaenal Arifin, warga Jalan Hasanudin Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru. Dan jumlahnya juga tidak tanggung-tanggung, 15 ekor!.

Setelah menangkap kedua pelaku, polisi berhasil menyita 10 ekor piton ukuran kecil dan masih mencari 5 ekor sisanya. “Kerugian korban sekitar Rp 133 juta. Karena ternyata ular ini harganya mahal,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto melalui Kapolres Ngantru, AKP Puji Widodo, Senin (15/11/2021).

Menurut kapolsek, korban baru sadar telah kehilangan ular-ularnya, Sabtu (13/11/2021) pada pukul 06.00 WIB. Sebelumnya pada pukul 00.00 WIB, rumah Zaenal mengalami pemadaman listrik, namun korban tidak merasa curiga.

“Pada pukul 04.00 WIB korban bangun lagi dan listrik di rumahnya masih padam. Lalu sekitar pukul 06.00 WIB, korban memeriksa rumahnya, dan melihat kotak ular di depan sudah hilang,” ungkap Widodo.

Selain itu, korban melihat pot bunga di pagar sebelah kanan rumahnya rusak. Diduga pelaku merusak pot bunga itu saat akan masuk ke rumahnya. Melihat kejadian itu, korban lalu melapor ke Polsek Ngantru.

“Mendapat laporan itu kami segera melakukan penyelidikan. Melacak keberadaan para pelaku ini,” tutur Widodo.

Dari hasil patroli siber, Polsek Ngantru menemukan orang yang menjual ular piton lewat medsos, Minggu (14/11/2021). Karena curiga dengan barang yang dijual ini, anggota Unit Reskrim Polsek Ngantru melakukan transaksi.

Polisi berhasi meyakinkan penjual untuk melakukan cash on delivery (COD) di GOR Lembupeteng, di Jalan Soekarno-Hatta Tulungagung. “Saat COD itu petugas kami memastikan, barang yang dijual identik dengan ular-ular milik korban,” ujar Widodo.

Polisi segera mengamankan dan membawa OP dan RS dan Polsek Ngantru untuk diinterogasi. Korban pun memastikan ular yang dijual oleh dua pelaku yang bersahabat ini memang miliknya.

Akhirnya ada 10 ekor ular yang berhasil disita, serta sepeda motor Honda Revo AG 5317 TW warna hitam yang dipakai sarana untuk mencuri. “Mereka telah kami tetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” tegas Widodo.

Sesuai pasal di atas, kalauika terbukti bersalah, OP dan RS terancam hukuman penjara selama 7 tahun. Namun polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap lima barang bukti yang belum ditemukan. Termasuk kemungkinan ada orang lain yang terlibat dalam perkara ini. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved