Breaking News:

Berita Nganjuk

KUAPBD-PPAS molor, DPRD Nganjuk Tetap Optimistis RAPBD 2022 Tuntas Sebelum Akhir November

Dengan rancangan tahapan dan waktu yang ditentukan tersebut, diharapkan tidak lagi ada penundaan penyampaian RAPBD 2022.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono (kanan) menandatangani persetujuan bersama KUAPBD-PPAS tahun 2022 bersama Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi dalam rapat Paripurna DPRD Nganjuk, Senin (15/11/2021). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - DPRD Kabupaten Nganjuk bersama Pemkab Nganjuk sepakat menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPBD-PPAS) tahun 2022. Pengesahan persetujuan KUAPBD-PPAS tersebut molor dua hari dari agenda kerja DPRD Nganjuk sebelumnya, yaitu 13 November 2022.

Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, dengan waktu persetujuan molor dua hari maka untuk agenda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022 otomatis juga mundur dua hari.

"Dengan demikian DPRD telah mengagendakan pengesahan RAPBD menjadi APBD tahun 2022 pada 25 November. Namun otomatis ikut mundur menjadi 27 November 2022," kata Tatit usai paripurna pengesahan KUAPBD PPAS tahun 2022, Senin (15/11/2021).

Dijelaskan Tatit, dalam pembahasan RAPBD 2022 telah diagendakan oleh Komisi-komisi DPRD selama lima hari. Tahapan berikutnya pembahasan RAPBD 2022 dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD selama tujuh hari.

Dengan rancangan tahapan dan waktu yang telah ditentukan tersebut, diharapkan tidak lagi ada penundaan penyampaian RAPBD tahun 2022. "Kami harap pada Rabu atau Kamis lusa RAPBD tahun 2022 sudah diserahkan ke DPRD oleh Pemkab Nganjuk untuk memenuhi target pembahasan yang telah kami tetapkan," ujar Tatit.

Diakui Tatit, melihat kekuatan APBD Nganjuk tahun 2022 yang mencapai sekitar Rp 2,4 triliun, diperlukan kecermatan dan kecepatan dalam pembahasan oleh DPRD. Di mana besaran anggaran sekitar Rp 1,2 triliun untuk belanja pegawai dan sekitar Rp 1,2 triliun untuk biaya modal.

Sehingga pembiayaan pembangunan di Nganjuk harus dilakukan pembahasan lebih detail dan mendalam. Karena itu menyangkut hajat hidup masyarakat dan pembangunan di Nganjuk.

"Untuk itu, kami akan membahas RAPBD 2022 dengan baik sesuai aturan yang ada. Dan kami optimistis sebelum November berakhir RAPBD 2022 sudah bisa disetujui bersama menjadi APBD 2022," tandasnya.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, tim Anggaran Eksekutif telah bekerja keras dalam penyusunan RAPBD 2022. Dan pihaknya optimis RAPBD 2022 bisa segera diserahkan ke DPRD untuk dibahas dan disetujui lalu disahkan.

"Mungkin besok atau lusa RAPBD 2022 sudah dikirim ke DPRD. Semoga tidak ada kendala dan hambatan," ujar Kang Marhaen, sapaannya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved