Breaking News:

DBL Indonesia

Honda DBL 2021 East Java Series, Frateran Menangi Drama Overtime

Drama overtime sengit mewarnai lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series, mempertemukan tim putri Frateran kontra Smariduta.

Editor: Cak Sur
Istimewa/DBL Indonesia
Drama overtime sengit mewarnai lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series di Gelora Pancasila, Minggu (14/11/2021), mempertemukan tim putri SMA Frateran Surabaya kontra SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Drama overtime sengit mewarnai lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series di Gelora Pancasila, Minggu (14/11/2021), mempertemukan tim putri SMA Frateran Surabaya kontra SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta).

Berlangsung ketat. Karena keduanya sangat berhasrat merebut tiket lolos ke Big Eight.

Empat kuarter waktu normal tak cukup mengakomodir sengitnya laga ini. Setelah kedua tim saling berganti memimpin setiap kuarternya. Skor sama kuat 35-35 menjadi akhir yang adil bagi kedua tim. Hingga memaksa laga berlanjut ke babak tambahan (overtime).

Frateran mendapat angin segar ketika memasuki babak overtime. Setelah pemain yang menjadi penyelamat Smariduta hingga memaksa dimainkannya babak tambahan, Nadine Dzakira Gavra, harus keluar lapangan lebih dini akibat foul out. Frateran pun memanfaatkan itu dan menutup laga dengan keunggulan 43-38.

Sepanjang empat kuarter plus satu babak tambahan, srikandi Frateran dan Smariduta saling jual beli serangan. Baik Frateran maupun Smariduta bermain bak berlaga di final Honda DBL seri Jatim.

Ujung tombak Frateran memang tampil memukau di laga ini. Dia adalah Angeline Tio Robfon. Forward dan juga kapten Frateran ini mencetak 24 poin dan 4 steal. Untuk menggambarkan seberapa berbahayanya dia, statistik menunjukkan bahwa Angeline adalah pemain yang paling sering dilanggar. Bermain selama 39 menit 28 detik, ia telah dilanggar sebanyak 13 kali.

Dari Smariduta, Sanjung Arum Oktananda tampil sebagai yang paling produktif dengan mengemas 11 poin.

Sebenarnya Frateran bisa menutup laga ini tanpa bersusah payah hingga overtime. Sayang, foul yang dilakukan Angeline kepada Nadine Dzakira Gavra pada satu detik terakhir menjelang laga bubar, membuat Smariduta menerima dua kali free throw.

Nadine yang bertindak sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Berkat tambahan dua poin dari free throw, Nadine menjadi penyelemat timnya sekaligus mampu memaksa Frateran berduel hingga babak overtime.

Babak overtime yang jadi penentu pun tak kalah ketat. Semua pemain berjuang dengan maksimal. Bahkan, memasuki dua menit awal overtime skor masih imbang 42-42.

Tepat ketiga babak tambahan menyisakan tiga menit akhir, permainan Smariduta nampak kendur. Hal itu dikarenakan Nadine harus keluar lapangan akibat foul out.
Srikandi Frateran masih bisa menjaga konsistensi permainan. Tim besutan Yunita Sugianto itu mampu unggul menutup pertandingan dengan tambahan 8 poin di overtime.

Hasil tersebut membawa tim putri Frateran mengunci satu tempat di babak perempatfinal. Menunggu pemenang laga Kosayu kontra Sinlui yang berlaga Senin (15/11/2021) ini.

Pelatih Frateran, Yunita Sugianto menjelaskan anak didiknya sempat kewalahan karena Angeline mendapat pressure ketat.

”Semua pemain Smariduta selalu menjaga Angeline dengan ketat, hal itu yang membuat Frateran sempat kesulitan di awal. Untungnya ketika Angeline tak bisa bergerak bebas, masih ada pemain Frateran lain yang bisa mengisi kekosongan itu. Semua ini berkat kerja keras dan kepercayaan anak-anak,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved