Breaking News:

DBL Indonesia

Angeline Tio Robfon, Mesin Poin Paling Produktif Pada Honda DBL 2021 East Java Series

Status sebagai mesin poin paling produktif pada Honda DBL 2021 East Java Series layak disematkan kepada Angeline Tio Robfon.

Editor: Cak Sur
Istimewa/DBL Indonesia
Angeline Tio Robfon 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Status sebagai mesin poin paling produktif pada Honda DBL 2021 East Java Series layak disematkan kepada Angeline Tio Robfon. Student-athlete dari tim putri SMA Frateran Surabaya ini selalu haus poin dalam setiap penampilannya.

Cewek 18 tahun ini membuktikannya. Melalui torehan produktifnya pada dua laga yang dia lakoni sekaligus andil besarnya mengantarkan Frateran hingga sukses lolos ke fase Big Eight Honda DBL 2021 Seri Jatim.

Performanya untuk Frateran bikin geleng-geleng kepala. Angeline langsung mengguncang seri Jawa Timur (Jatim) dengan torehan 24 poin pada game pertama saat Frateran menang 44-21 melawan SMAN 1 Pacet Mojokerto, Selasa (9/11/2021) pekan lalu.

Torehan 24 poin dalam satu laga itu langsung menempatkannya sebagai top leaders point dalam Beat The Record Honda DBL 2021 Seri Jatim.

Belum ada pemain lain yang mampu mengalahkan rekor tersebut hingga kini. Angeline justru mengulang performa hebat tersebut saat dia tampil pada game keduanya.
Melawan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung, Minggu (14/11/2021) kemarin. Lagi-lagi dia mengemas 24 poin, saat Frateran harus menghadapi laga ketat yang memaksa dilanjutkan hingga babak overtime. Berkat kontribusinya, Frateran menang 43-38 dan berhak lolos ke Big Eight.

Baca juga: Honda DBL 2021 East Java Series, Frateran Menangi Drama Overtime

Angeline sebenarnya sudah lulus pertengahan tahun ini. Ia bisa tampil karena regulasi Honda DBL musim 2021-2022 yang memperbolehkan alumni untuk ambil bagian. Syaratnya harus lulus pada tahun ajaran 2020/2021. Serta yang lahir setelah atau tepat pada tanggal 1 Juli 2002. Angeline memenuhi syarat tersebut.

Apa rahasia Angeline? Rupanya dia tergolong sosok yang "gila" latihan.

"Jadwal latihan tim kami (Frateran) tiga kali seminggu. Tapi saya merasa masih kurang. Jadi, saya minta ke pelatih untuk latihan empat kali dengan waktu tiga jam setiap sesi. Sekarang latihan hampir setiap hari, kecuali Minggu," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved