Breaking News:

Berita Kota Surabaya

Driver Ojol asal Sidoarjo Kehilangan Motor saat Berteduh, Suara Helm Jatuh Jadi Pertanda

ia malah menjadi korban pencurian motor. Motor Honda Beat bernopol W 3769 XU miliknya, raib digondol maling.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Deddy Humana
ist
Ilustrasi pencurian sepeda motor. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Pencuri sepeda motor tidak akan peduli kondisi korbannya, karena begitu ada kesempatan pasti langsung disikat. Bahkan sepeda motor seorang ojek online (ojol) pun digondol, seperti dialami Rifanto (28) warga Sepanjang, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (12/11/2021).

Di sela waktu istirahat menunggu orderan dari pelanggan, ia malah menjadi korban pencurian motor. Motor Honda Beat bernopol W 3769 XU miliknya, raib digondol maling.

Insiden memilukan itu dialami Rifanto saat sedang berteduh sejenak dari hujan, sekaligus menunggu orderan di sebuah warung kopi (warkop) di Jalan Ketintang 2A, Ketintang, Gayungan, Surabaya.

Rifanto baru menyadari motornya raib sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ia hendak berangkat untuk mengambil orderan makanan. "Kejadiannya Jumat (12/11/2021) pukul 14.30 WIB. Saat itu, saya sedang nunggu orderan di warkop," tutur Rifanto saat dihubungi wartawan media ini, Minggu (14/11/2021).

Rifanto ingat, ia sudah mengunci setir motornya namun dengan posisi lubang kunci yang belum tertutup oleh katup pengamannya. Selain itu, tata letak area parkir motor yang berada di dekat pagar tinggi dan berpenutup, diakui Rifanto, membuat pelaku kejahatan leluasa menjalankan aksinya, karena tidak diawasi.

"Saya duduk di bagian paling ujung, motor saya parkir di depan pagar. Pagarnya kan tinggi, ketutup semua jadi gak kelihatan motor," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Rifanto mengungkapkan, pelaku pencurian motor diperkirakan berjumlah satu orang. Informasi itu diperolehnya dari beberapa orang saksi penjual rokok yang tepat di seberang area parkir warkop.

"Kata penjual rokok di depan, sempat melihat ada satu orang bawa motor tetapi helmnya gak dibawa, dikira yang punya motor," ungkapnya.

Petunjuk dari keterangan saksi mata tersebut, membuat Rifanto sadar bahwa 15 menit sebelum mendapati motornya raib, ia sempat mendengar suara helm jatuh. Namun ia enggan memeriksa sumber suara tersebut, lantaran ia mengira itu bukan berasal dari helm motornya.

"Saya sempat mendengar suara helm jatuh, tetapi saya enggak keluar melihat. Aplikasi saya matikan sebentar, kan gerimis. Setelah 15 menit, saya dapat orderan, eh ternyata motor sudah tidak ada," jelasnya.

Akibat insiden tersebut, Rifanto mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Agar tetap berpenghasilan, ia sementara waktu akan meminjam motor milik kakaknya untuk tetap menjadi ojol.

Hingga nanti penghasilannya mencukupi saat ditabung, Rifanto akan segera membeli motor baru kembali. "Penghasilan saya cuma dari situ. Sementara saya pinjam motor kakak, sembari kumpulkan uang lagi," kata pengendara ojol sejak 2018 silam itu.

Beberapa menit pascakejadian, Rifanto langsung melaporkan peristiwa yang menimpanya ke kepolisian setempat. Dan ia berharap, pelaku segera dibekuk karena di area parkir warkop tersebut sering terjadi pencurian motor.

Dalam setahun, tiga unit motor pelanggan warkop itu digondol maling. "Sudah (lapor Polsek Gayungan). Tetapi suratnya belum, tinggal menunggu tanda tangan komandannya katanya. Tetapi saya sudah ditanya tanyain," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved