Breaking News:

Berita Mojokerto

BPBD Kabupaten Mojokerto dan Warga Bersihkan Eceng Gondok untuk Cegah Banjir di Desa Tempuran

BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan mitigasi restorasi sungai guna mengantisipasi bencana banjir tahunan di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Tim gabungan BPBD Kabupaten Mojokerto bersama masyarakat membersihkan sungai dari sampah eceng gondok dan kangkung yang memicu banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Minggu (14/11/2021). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan mitigasi restorasi sungai guna mengantisipasi bencana banjir tahunan di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Minggu (14/11/2021).

Sebanyak 180 orang dari Tim Gabungan BPBD, Destana bersama warga Desa Tempuran, Dinas PUPR, relawan yang ahli dibidang air, DLH dan Damkat turut dilibatkan dalam pembersihan sungai di Desa Tempuran.

Mereka membersihkan puluhan ton sampah tanaman eceng gondok dan kangkung yang memenuhi hampir seluruh  aliran sungai tersebut.

Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto, Puji Andriyati mengatakan mitigasi restorasi sungai terpusat di dua titik yakni Sungai Balongkrai (Aliran dari Kota Mojokerto), Sungai Avour Jombang (Watudakon).

"Pembersihan sungai yang dipenuhi sampah tanaman eceng gondok dan kangkung dilakukan bersama-sama secara manual, menggunakan perahu karet dan alat berat (Excavator)," jelasnya di lokasi, Minggu (14/11/2021).

Menurut dia, sampah tanaman eceng gondok dan kangkung ini disinyalir memicu banjir tahunan di Desa Tempuran, apalagi ketika turun hujan intensitas tinggi.

"Itu yang menyebabkan banjir di Desa Tempuran, dari tahun kemarin awal 2021 dari aliran Sungai Avour Watudakon yang hulunya ada di Jombang membanjiri rumah warga," ungkapnya.

Puji menyebut mitigasi restorasi sungai merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah mengurangi risiko dan ancaman bencana banjir tahunan yang seringkali merendam Desa Tempuran.

Upaya lain, pihak BBWS juga membangun tanggul di guna dampak banjir akibat luapan air sungai.

"Banjir setiap tahun di kawasan Desa Tempuran jadi mudah-mudahan seandainya terjadi hujan lebat dan memicu banjir paling tidak air dapat surut dengan cepat, tidak seperti awal tahun 2021 banjir surut lebih dari 14 hari," terangnya.

Setidaknya, megiatan mitigasi restorasi sungai ini dapat membersihkan sampah tanaman eceng gondok dan kangkung dari aliran sungai yang beratnya diperkirakan mencapai puluhan ton. 

"Saat ini saja sudah 35 truk yang mengangkut sampah tanaman eceng gondok dan kangkung dari dua sungai Balongkrai dan Sungai Avour Watudakon dan masih terus berlanjut," ucap Puji.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved