Breaking News:

Berita Blitar

Sopir Travel di Blitar Bikin Penumpangnya Ketakutan, Mendadak Meninggal saat Masih Pegang Setir

Dan cara korban meninggal pun tidak terduga, karena masih dalam posisi duduk di kursi kemudi dengan tangan masih memegang setir.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Sopir travel dibawa ke Puskesmas Kesamben, Kabupaten Blitar, setelah mendadak meninggal saat menyetir, Kamis (11/11/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Tidak ada manusia yang tahu kapan dan bagaimana kematian menjemputnya. Seperti dialami Zainal (58), warga Desa/Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang mendadak meninggal ketika sedang mengemudikan mobil travel Toyota Station Hiace nopol AD 1160 HU untuk membawa beberapa penumpang dari Malang ke Yogyakarta, Kamis (11/11/2021) malam.

Dan cara korban meninggal pun tidak terduga, karena masih dalam posisi duduk di kursi kemudi dengan tangan masih memegang setir. Para penumpangnya sampai ketakutan, karena korban tidak bergerak selama beberapa menit sebelum melanjutkan perjalanan.

Peristiwa itu terjadi di perempatan lampu merah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (11/11) sekitar pukul 20.30 WIB. Seketika para penumpang gemetar, karena membayangkan kalau kejadian itu dialami saat mobil sedang dalam perjalanan, tentu terjadi hal yang fatal.

"Belum diketahui penyebabnya karena kata penumpangnya, korban tak ada keluhan apa-apa selama perjalanan itu," kata Kapolsek Kesamben, Iptu Eko Sujoko, Jumat (12/11).

Menurut para penumpang, saat kejadian korban menyetir kendaraannya dalam perjalanan menuj Yogyakarta. Namun sebelumnya, ia sempat mengambil dua penumpang ke Terminal Arjosari, Kota Malang, sekitar pukul 19.30 WIB, masing-masing bernama Edi (32) dan Legiono (38).

Saat itu Edi duduk di sebelah kiri kursi korban karena penumpangnya baru dua orang. Begitu sampai di SPBU Kesamben atau berjarak sekitar 200 meter sebelum perempatan lampu merah Kesamben, mobil travel itu berhenti sebentar.

Korban menaikkan satu penumpang lagi bernama Ny Sulis (37). "Dua penumpang lainnya duduk di belakang dan hanya satu penumpang yang duduk di sebelah kemudi. Selama perjalanan dari Malang, lancar-lancar saja," paparnya.

Usai menambah satu penumpang lagi, baru melaju sekitar melaju 200 meter, korban berhenti di lampu merah di perempatan Kesamben atau depan terminal sekitar pukul 20.30 WIB. Entah apa yang terjadi, apakah karena kelelahan atau sebab lain, sopir itu duduk bersandar dengan kepala agak mendongak di kursi kemudi.

Tidak ada yang aneh, namun saat traffic light sudah hijau, korban tidak segera menjalankan mobilnya. Sedangkan mobil travel itu masih menyala, namun si sopir tetap terdiam dengan tangan tetap memegang setir.

Karena mobil korban berada paling depan di traffic light itu, sehingga mobil-mobil lain di belakangnya membunyikan klakson. Tetapi suara klakson yang bersahutan itu tidak membuat korban bergerak sehingga para penumpangnya bingung.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved