Senin, 8 Juni 2026

Pabrik Pakan Ternak Balongbendo Ekspor 10 Ton Pakan Kucing ke Brunai Darussalam

PT Central Windu Sejati (CWS), melakukan ekspor perdana 10 ton makanan kucing bermerek Bolt dan Cleo

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
dok PT CWS
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Nasrullah pecahkan kendi menandai pelepasan ekspor 10 ton pakan kucing dari PT CWS di kawasan Balongbendo, Sidoarjo, dengan negara tujuan Brunai Darussalam, Kamis (11/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Produsen pakan ternak peliharaan PT Central Windu Sejati (CWS), melakukan ekspor perdana 10 ton makanan kucing bermerek Bolt dan Cleo ke Brunei Darussalam. Anak perusahaan dari  PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) itu juga bersiap melakukan ekspor ke Filipina di akhir tahun 2021.

"Ekspor perdana ini nilainya mencapai 10.000 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Paulius Juta, Presiden Direktur PT CWS, Kamis (11/11/2021). Ekspor pakan hewan peliharaan kucing ini merupakan terobosan baru bagi CWS.

Sebelumnya produsen pakan ternak yang berada di kawasan Balongbendo, Sidoarjo ini, juga memproduksi pakan ternak lainnya. Seperti pakan ikan, pakan udang, bibit udang, bibit ikan, probiotik, sampai produk udang dan makanan olahan.  Namun khusus untuk makanan kucing ini, kapasitas produksi mencapai sebasar 8.000 ton per bulan.

"Ke depan kami menargetkan produksi lebih tinggi lagi sebesar 15.000 ton per bulan. Mengingat pakan kucing kontribusi di penjualan kami cukup besar," ungkap Paulius.

Sementara untuk pakan ternak lainnya, seperti ikan, untuk memenuhi kebutuhan petani tambak baik ikan maupun udang yang mengalami peningkatan. Permintaan ini juga datang dari pemerintah untuk mendukung target swasembada produk perikanan dan udang.

"Kami mengikuti arahan dari Dirjen soal target ini sampai 2024 nanti 3 kali lipat produksi. Kami optimis mampu menargetkan yang diminta oleh pemerintah seiring dengan memperluas jaringan ekspor ke nagara lain," ungkap Paulius.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Nasrullah menyebutkan, bahwa nilai ekspor di sektor peternakan Indonesia mencapai 964,9 juta Dolar AS. "Sampai September 2021 lalu, nilai ekspornya mencapai 878,4 juta Dolar AS," ujar Nasrullah.

Saat ini produk perikanan yang diminati pasar ekspor adalah nila. Bahkan selama pandemi covid 19 ini, ekspor produk perikanan dan peternakan mengalami kenaikan.

Di tahun 2021 hingga September, mengalami peningkatan hingga 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. "Artinya, sektor ini cukup signifikan berkontribusi pada perekonomian negara," lanjut Nasrullah.

Terkait ekspor pakan hewan peliharaan yang dilakukan PT CWS, Nasrullah mengatakan, ekspor perdana ini menjadi gebrakan baru produk pakan hewan peliharaan yang di produksi oleh bangsa sendiri. "Ini menjadi pengakuan dari negara luar, minimal dari negara-negara ASEAN, dalam hal ini Brunei Darussalam, bahwa kualitas produk pakan hewan kesayangan dalam negeri dapat berkompetisi dengan produk luar," tandas Nasrullah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved