Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Memperingati HKN ke-59, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Menerapkan Kebiasaan Hidup Sehat

Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat membiasakan menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Menerapkan Kebiasaan Hidup Sehat 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kadang Mencintai diri sendiri lebih sulit dari pada mencintai orang lain. Terutama dalam menjaga pola hidup sehat. Pesan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/11/2021).

Salah satu cara untuk mencintai diri sendiri adalah disiplin menerapkan pola hidup sehat.

Pesan yang disampaikan Mantan Menteri Sosial itu bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57.

Karena itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat membiasakan menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya. Yakni dengan makanan bergizi, olahraga, menjaga kebersihan dan lingkungan, tidur cukup, memelihara kebersamaan, dan interaksi sosial.

"Pola hidup sehat merupakan wujud nyata mencintai diri sendiri," katanya.

Hari Kesehatan Nasional ditetapkan pemerintah pada tahun 1964. Kala itu, pemerintah bekerja keras melawan wabah malaria yang muncul sekitar tahun 1950.
Ratusan ribu jiwa masyarakat Indonesia terkena wabah tersebut. Pada 1959, pemerintah membentuk dinas pembasmian malaria.

Empat tahun kemudian, nama dinas tersebut diubah menjadi Komandi Operasi Pemberantasan malaria atau KOPEM. Pemerintah Indonesia bersama WHO dan USAID menarget malaria hilang pada 1970. Namun, pada 1963, sekitar 63 juta penduduk Indonesia sudah terlindungi dari penyakit malaria. Atas keberhasilan itu, pemerintah menetapkan 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional kali ini, pemerintah mengangkat tema 'Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku'. Tema yang selaras dengan kondisi saat ini.
"Kesehatan menjadi indikator yang sangat penting dalam proses pembangunan. Itu bisa dilihat ketika tren pandemi Covid-19 meningkat. Pembatasan diberlakukan sehingga laju ekonomi menjadi terdampak," ucapnya.

Mantan Menteri Sosial itu menukil ucapan Presiden RI Joko Widodo, bahwa pemerintah harus pandai dalam menjaga rem dan gas. Pemerintah harus tepat dalam menentukan kebijakan kapan menginjak gas dan kapan menginjak rem.

"Ketika masyarakat sehat, pemerintah bisa menginjak gas untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, baik skala lokal, regional, nasional, internasional," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved