Breaking News:

Suatu Keharusan Bagi Pelaku Ritel Untuk Transformasi Digital

Pengusaha ritel sudah harus mulai mentransformasikan usahanya mengikuti perubahan perilaku konsumen

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
ist Aprindo
(Atas dari kanan kekiri) : Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia) bersama Roy Mandey, Ketua Umum DPP APRINDO, dan Fiki Setiyono, Azure Business Group Lead Microsoft Indonesia dan (Bawah), Setiyadi Surya, Ketua Panitia Penyelenggara Hari Ritel Nasional 2021 bersama Fernando Repi, Wakil Ketua DPP Aprindo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengusaha ritel sudah harus mulai mentransformasikan usahanya mengikuti perubahan perilaku konsumen yang kini sudah serba digital. Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengatakan, ritel modern adalah pelaku usaha di sektor strategis hilir yang memberikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan sehari-hari bagi konsumsi rumah tangga atau masyarakat.

"Seiring dengan arus globalisasi dan akselerasi digital yang signifikan, tentunya suatu keharusan bahwa pelaku usaha ritel modern perlu mentransformasikan usahanya mengikuti perubahan perilaku konsumen," kata Oke, saat menjadi salah satu narasumber diskusi virtual dalam rangkaian acara Hari Ritel Nasional ke-II bersama Microsoft, Rabu (10/11/2021).

Dalam kegiatan yang digelar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Microsoft tersebut, Oke juga menyebutkan, selain menyediakan tempat dan lokasi strategis agar konsumen dapat berbelanja secara luring (offline), usaha ritel juga perlu memasarkan dan mempromosikan barang-barangnya via daring peritel (online retailer) dan marketplace. Sebutan O2O (offline-to-online) bukan lagi merupakan dikotomi, tetapi suatu keniscayaan untuk dikembangkannya sinergisitas.

"Termasuk di sini, pengembangan para pemasok ke gerai ritel modern, di antaranya para UMKM yang perlu terus menerus diberikan pembinaan usaha, seperti adopsi teknologi yang tepat, guna peningkatan produktivitas yang efisien dan efektif," beber Oke.

Karena itu, dukungan berbagai inisiatif lintas sektoral seperti yang dilakukan APRINDO melalui rangkaian acara Hari Ritel Nasional ke-II bersama Microsoft, para mitra korporasi swasta, serta mitra BUMN, kementerian & lembaga, patut diapresiasi.

Dalam diskusi bertema “Ritel Tangguh, UMKM Maju, Indonesia Bangkit” itu, Roy N Mandey, Ketua Umum DPP APRINDO, menambahkan, selain aspek kompetensi digital bersama Microsoft, pihaknya juga terus berupaya memajukan industri ritel Indonesia melalui sejumlah kerja sama lain."Misalnya dengan HALAL Lifestyle Indonesia dalam menyosialisasikan, memperluas akses pasar, dan mempromosikan produk halal Indonesia," kata Roy.

Termasuk UMKM, dalam menavigasi pilihan digital yang tersedia dan terus berkembang, untuk menjawab tantangan globalisasi saat ini. Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Perdagangan, ekonomi digital Indonesia diproyeksi akan tumbuh delapan kali lipat pada tahun 2030.

Fiki Setiyono, Azure Business Group Lead Microsoft Indonesia mengatakan, sejalan dengan agenda nasional Revolusi Industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah, kini adalah saatnya untuk mengakselerasi dan mengintegrasikan inovasi, kreativitas, dan produktivitas melalui teknologi digital.

"Bersama seluruh mitra Microsoft yang tersebar di 17.000 pulau di Indonesia, kami siap mendampingi pelaku ritel Indonesia untuk memulai ataupun melanjutkan transformasi digital mereka di setiap tahapan," ungkap Fiki.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved