Breaking News:

Berita Blitar

Perampok Rp 427 Juta di Blitar Terlacak di Yogya, Digerebek Saat Kencani Perempuan di Hotel Mewah

kedua pelaku sedang berkencan dengan perempuan, dan diduga mereka sedang menghabiskan uang hasil perampokan di Blitar

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Cuplikan video memperlihatkan polisi mengepung hotel tempat pelaku perampasan menginap, Rabu (10/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Perampokan uang milik pengepul susu di Kabupaten Blitar, pada 27 Oktober 2021 lalu, akhirnya bisa dibongkar jajaran Satreskrim Polres Blitar. Dari pelacakan selama hampir sebulan, dua dari empat perampok uang Rp 427 juta itu ditangkap di sebuah hotel mewah di Yogyakarta dalam kondisi mengejutkan.

Dituturkan Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Ardian Yudo, Kamis (11/11), saat penggerebeken di hotel mewah itu, dua dari empat pelaku diketahui tidak sendirian. Melainkan sedang check-in sambil mengajak perempuan di kamar masing-masing.

Saat digerebek di kamar masing-masing, TRabu (10/11/2021) malam, kedua pelaku sedang berkencan dengan perempuan, dan diduga mereka sedang menghabiskan uang hasil perampokan di Blitar untuk berfoya-foya. Dan ternyata dari penyelidikan, keempat pelaku berasal dari Lampung.

Dua pelaku yang ditangkap saat ditemani perempuan itu adalah Ai (38), dan Dw (39), sedangkan pelaku yang dua lagi masih diburu karena diperkirakan kabur ke tanah kelahirannya yaitu Lampung.

"Keempatnya dari satu daerah sehingga petugas masih memburunya. Sebab baru dua pelaku yang ditangkap dan dua lagi masih kabur," kata Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Ardian Yudo, Kamis (11/11/2021).

Yang patut diacungi jempol, petugas menemukan persembunyian mereka meski bukan berada di wilayah Jawa Timur. Namun yang menarik, mereka bukan dibekuk di tempat kosnya di Yogyakarta melainkan di sebuah hotel mewah di Kota Gudeg itu.

Mereka digerebek saat sedang merayakan keberhasilannya mencuri uang ratusan juta dari pengepul susu di Blitar. "Setelah beraksi, memang menghabiskan sebagian uang curian itu untuk berfoya-foya," papar Ardian.

Dan di hotel tersebut, menurut petugas, para pelaku menyewa kamar sendiri-sendiri. Ternyata mereka tidak hanya memakai uang haram itu untuk berpesta miras, tetapi juga untuk perbuatan mesum karena tepergok sedang ditemani perempuan.

Para pelaku kaget saat kamar ya dibuka polisi, namun tidak bisa kabur. "Saat diamankan, mereka tidak bisa melawan karena sedang berada di dalam kamar hotel," ungkap Ardian.

Ada pengakuan menarik dari dua pelaku yang dibekuk itu. Rupanya, mereka itu belum mengenal Blitar dan hanya berspekulasi untuk melakukan kejahatannya. Mereka berempat berboncengan dua sepeda motor sehingga saat beraksi dibagi dua tim.

Dua pelaku masuk ke dalam kantor BCA Wlingi untuk mengawasi dan memantau kalau ada nasabah yang menarik uang dalam jumlah besar. Sedangkan dua pelaku lainnya memasang ranjau paku yang ditutupi bekas bungkus rokok.

Ranjau itu diletakkan di roda depan atau belakang mobil sasarannya seperti yang sudah ditulis SURYA sebelumnya. Setelah ranjau paku menancap di ban mobil, para pelaku lalu menguntit. Kalau paku menancap maka kemampuan bertahan ban mobil hanya 200 meter sampai 400 meter.

Ternyata benar, baru melintas di depan Polsek Wlingi yang hanya sekitar 200 meter dari bank BCA, mobil korban kempes.

Korban kejahatan ini adalah Suprapto (70), pengepul susu yang juga pemilik koperasi simpan pinjam di Desa Semen, Kecamatan Gandusari. Setelah ban mobilnya kempes, korban tidak langsung berhenti karena mencari tempat parkir di depan Pasar Wlingi, yang berjarak sekitar 400 meter dari bank itu.

Di tempat yang ramai toko dan orang lalu lalang itu, pelaku nekat beraksi. Saat korban dan anaknya turun untuk memeriksa ban, pelaku mendekat, membuka pintu mobil lalu menyambar tas berisi uang Rp 427 juta. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved