Breaking News:

Berita Surabaya

KAI Daop 8 Beri Ratusan Voucher Tiket KA Jarak Jauh Gratis untuk Nakes, Guru dan Veteran

Program Gratis Naik KA ini dihadirkan untuk menghormati dan menghargai para guru, nakes dan veteran yang telah berjasa melalui pengabdiannya.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Calon penumpang kereta api yang berprofesi sebagai guru saat memanfaatkan promo voucher tiket KA Jarak Jauh gratis di Stasiun Gubeng. Kamis (11/11/21). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejak diadakannya promo Hari Pahlawan voucher gratis tiket kereta api (KA) pada tanggal 7 November 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya telah memberikan 213 voucher tiket KA Jarak Jauh gratis kepada tenaga kesehatan (Nakes), guru dan veteran.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, voucher gratis tersebut dapat ditukarkan mulai dari tanggal 7 - 29 November 2021, untuk keberangkatan mulai tanggal 8 - 30 November 2021.

"Sejak diberlakuannya voucher gratis mulai 7 November, Daop 8 mencatat 195 voucher kelas eksekutif dan 18 voucher kelas ekonomi telah ditukarkan para pelanggan di customer service Stasiun Surabaya Gubeng.

Adapun, total voucher tiket yang disiapkan di Daop 8 Surabaya sebanyak 2.206, sedangkan secara nasional berjumlah 11.000," jelas Luqman, Kamis (11/11/21).

Di Daop 8 Surabaya, pengambilan voucher tiket KA gratis dapat dilakukan hingga 29 November 2020 dengan jam operasional layanan pengambilan voucher di customer service Stasiun Surabaya Gubeng mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB.

Sedangkan kuotanya per hari, maksimal disediakan 110 voucher.

"Program Gratis Naik KA ini dihadirkan untuk menghormati dan menghargai para guru, tenaga kesehatan dan veteran yang telah berjasa melalui pengabdiannya," tandasnya.

Sekadar informasi, berikut syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan untuk menggunakan voucher tiket KA gratis untuk guru, tenaga kesehatan dan veteran:

1. Guru pendidikan formal untuk anak usia dini sampai dengan tingkat menengah atas atau sederajat baik negeri maupun swasta dengan status PNS maupun honorer.

2. Tenaga kesehatan (bidan, perawat, apoteker, tenaga farmasi, tenaga administrasi, dan driver ambulance) baik dari klinik, puskesmas, atau rumah sakit kecuali Dokter.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved