Breaking News:

Berita Surabaya

Ijazah Dua Anak di Keputih Ditahan Sekolah, Ketua Golkar Surabaya Turun Tangan

Tak mampu melunasi kewajiban pembayaran SPP dan lainnya, ijazah dua anak di Kelurahan Keputih, kecamatan Sukolilo, Surabaya, ditahan pihak sekolah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni menemui warga Keputih, Kamis (11/11/2021). Warga Keputih ini menceritakan ijazah kedua anaknya ditahan sekolah karena belum melunasi tanggungan SPP. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni turun tangan membebaskan ijazah dua anak warga Kelurahan Keputih, kecamatan Sukolilo, yang tertahan di sekolah. Ijazah ini ditahan karena kedua siswa tersebut belum mampu melunasi kewajiban pembayaran SPP dan lainnya.

"Kami baru saja mengunjungi rumah ibu Dwi, warga di Kelurahan Keputih. Ijazah kedua anaknya sempat ditahan sekolah," kata Arif Fathoni di Surabaya, Kamis (11/10/2021).

Arif Fathoni mengaku mengetahui informasi tersebut setelah Dwi curhat bahwa kedua anak beliau harusnya sudah sekolah SD dan SMA, namun karena ijazahnya masih ditahan oleh lembaga pendidikan tingkat TK dan SMP di Surabaya karena belum mampu melunasi kewajiban pembayaran SPP dan lainnya.

Akibat tertahannya ijazah tersebut, kedua anak ini tidak bisa melanjutkan pendidikan dasar. Mereka pun tidak bisa merasakan bahagianya bersekolah bersama teman-teman sebayanya.

Arif Fathoni yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya ini mengatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan bernegara. Ini sesuai dengan yang dirumuskan oleh para pendahulu.

Oleh karena itu, kata dia, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran kita. Di Kota Surabaya, tidak boleh ada anak tidak bersekolah.

"Hari ini kami datangi lembaga pendidikan yang masih menahan ijazah kedua putra dan putri Bu Dwi guna menyelesaikan seluruh kewajiban yang ada. Kami juga akan mengupayakan agar keluarga beliau masuk dalam Masyarakat Berpenghasikan Rendah (MBR), karena suami beliau sudah dua tahun ini tidak bekerja karena pandemi," ungkap Arif Fathoni.

Ia berharap, segala upaya ini bisa membuat kedua putra dan putri Dwi bisa menerima ijazah. Sekaligus, merasakan kebahagiaan dengan calon teman sekolahnya nanti.

"Bismillah, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, atau dalam filsafat Jawa urip iku urup," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved