Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bawa UMKM Naik Kelas, Bupati Banyuwangi Ipuk Targetkan Penerbitan Ribuan PIRT

Selama ini, dia mengaku belum berani memasarkan produknya secara luas karena belum memiliki izin PIRT.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Banyuwangi
Pemkab penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Rabu (10/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus memfasilitasi penerbitan sertitikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi para pelaku usaha mikro.

Sebanyak 650 pelaku UMKM olahan pangan telah memanfaatkan program tersebut dan kini terus berlanjut.

Tahun depan ditargetkan ribuan UMKM mendapatkannya.

Sertifikat PIRT diterbitkan sebagai penanda pangan hasil produksi UMKM telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan yang telah ditentukan Dinas Kesehatan.

“Higienitas dan kesehatan menjadi hal yang utama di masa pandemi covid-19. Inilah yang harus diperhatikan oleh semua sektor usaha, terlebih sektor olahan pangan agar produknya bisa diterima publik. Salah satu syaratnya ya produknya harus mengantongi standar keamanan sehat dan higienis untuk dikonsumsi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (11/11/2021).

Untuk itu Pemkab penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) di Pendopo, Rabu (10/11/2021).

Penyuluhan Keamanan Pangan merupakan syarat awal pengajuan izin PIRT. Pemkab telah menggelar PKP dalam beberapa gelombang yang diikuti ratusan UMKM.

Ipuk menyebut, saat ini pemkab terus mempercepat pemberian sertifikat PIRT bagi para pelaku UMKM.

Ini adalah bagian dari skema pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Dengan izin PIRT, produk usaha rakyat akan semakin dipercaya oleh konsumen. Harapannya tentu saja produk pangannya makin laris, para pelaku UMKM semakin sejahtera. Tahun depan, kita targetkan mendampingi sampai terbit PIRT untuk lebih dari 1.000 UMKM,” kata Ipuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved