Breaking News:

Berita Kediri

Tiga RT di Kelurahan Burengan Kota Kediri Difogging, Pasca Satu Warga Terjangkit Demam Berdarah

Selain fogging, akan digalakkan lagi kerja bakti yang terfokus pada gerakan 3M Plus, yaitu menutup, menguras dan mengubur.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Kelurahan Burengan
Petugas melakukan fogging setelah ditemukan satu warga Kelurahan Burengan, Kota Kediri terjangkit demam berdarah, Selasa (9/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tiga RT di Kelurahan Burengan, Kota Kediri difogging, pasca satu warga terjangkit penyakit demam berdarah, Selasa (9/11/2021).

Lurah Burengan Adi Sutrisno menjelaskan, lingkungan yang dilakukan fogging wilayah RW 10 meliputi RT 1, 3 dan 4.

Dijelaskan, selain fogging, akan digalakkan lagi kerja bakti yang terfokus pada gerakan 3M Plus, yaitu menutup, menguras dan mengubur.

"Kami juga mengingatkan masyarakat untuk gerakan kebersihan lingkungan seperti memberi ikan dalam penampungan air, tidak mencantolkan baju dan masih banyak lagi," jelasnya.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, mulai Januari-November 2021 tercatat ada 66 kasus demam berdarah.

Angka ini mengalami penurunan pada periode sama tahun 2020 yang mencapai 160 kasus.

Pemkot Kediri tetap mengupayakan menekan kasus demam berdarah.

Baca juga: Kolaborasi Tingkatkan SDM, Universitas Indonesia Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Pamekasan

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berpesan kepada masyarakat Kota Kediri untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan selain menerapkan protokol kesehatan.

"Musim hujan telah tiba, sehingga saat ini pencegahan penyakit tidak hanya pada Covid-19 tapi juga demam berdarah. Saya harap masyarakat Kota Kediri tetap meningkatkan kewaspadaan dan kebersihan lingkungan," himbaunya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, fogging dilakukan tergantung adanya temuan kasus demam berdarah di lingkungan tersebut.

"Fogging bukan untuk antisipasi atau pencegahan, tapi untuk pemberantasan kalau ada kasus di lokus. Saat ini yang lebih utama adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved