Breaking News:

Berita Trenggalek

Tangkal Paham Radikalisme dan Terorisme, Kesbangpol Trenggalek Hadirkan Pendiri NII Crisis Center

Kesbangpol Trenggalek berharap bisa menjadi penyambung lidah atau mitra kepolisian untuk menangkal radikalisme, terorisme dan intoleransi

Editor: Cak Sur
Istimewa
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Trenggalek menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme Demi Keutuhan NKRI se-Kabupaten Trenggalek di Pendopo Kabupaten, Jumat (10/11/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Trenggalek menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme Demi Keutuhan NKRI se-Kabupaten Trenggalek di Pendopo Kabupaten, Jumat (10/11/2021).

Sesuai dengan tujuannya, FGD yang digelar bertajuk penguatan ideologi bagi masyarakat untuk membentuk kader bangsa yang Pancasilais dan berkarakter dalam rangka mencegah paham radikalisme dan terorisme.

Acara dibuka oleh Bupati Trenggalek yang dikili oleh Asisten Pemerintahan, dalam sambutannya, beliau mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mengantisipasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme untuk menjaga keutuhan NKRI.

Tidak sekadar formalitas, disamping mengundang Kapolres dan Dandim Trenggalek yang menjelaskan peran TNI/ POLRI diwilayah Trenggalek, kegiatan ini juga mengundang pemateri yang pernah terjun langsung dalam gerakan radikal untuk menyampaikan pengalaman hijrahnya di NII

Yaitu Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan, mantan komandan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang telah insyaf.

NII sendiri merupakan salah satu organisasi terlarang di Indonesia yang dalam sejarah dikenal DI/TII yang di proklamirkan oleh S.M Kartosuwiryo 1949.

Dalam kapasitasnya, Ken Setiawan diminta membantu Kesbangpol Trenggalek dalam menanamkan rasa cinta terhadap NKRI. Hal itu dilakukan dengan menceritakan pengalaman kelamnya ketika tergabung dalam organisasi NII, kenapa bisa bergabung, apa doktrin dan kenapa keluar dari jaringan tersebut.

Untuk memastikan materi deradikalisasi ini sampai ke pihak yang tepat, Kesbangpol Trenggalek mengundang sejumlah pelajar dan mahasiswa, perwakilan organisasi, lembaga pemerintah, sosial dan keagamaan.

Dengan itu Kesbangpol Trenggalek berharap bisa menjadi penyambung lidah atau mitra kepolisian untuk menangkal radikalisme, terorisme dan intoleransi dalam masyarakat.

Ken Setiawan sendiri saat ini menjadi pionir gerakan Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, yaitu sebuah organisasi yang gerakannya menjadi bilik aduan masyarakat serta motor pencegahan atas gerakan NII yang saat ini dianggap menyesatkan Ummat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved