Breaking News:

Berita Kediri

Rumah Kecil Bung Karno Kediri Gelar Teatrikal Peringatan Hari Pahlawan 10 November

Panitia penyelenggara tasyakuran Hari Pahlawan di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri mewajibkan semua undangan dan penonton tiarap

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/farid mukarrom
Kegiatan teatrikal dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November di situs rumah kecil Bung Karno Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Rabu (10/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tanamkan pendidikan karakter bangsa, Rumah Kecil Bung Karno Situs Dalem Pojok menggelar teatrikal peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).

Dalam kegiatan ini panitia penyelenggara tasyakuran Hari Pahlawan di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri mewajibkan semua undangan dan penonton serentak untuk tiarap dan mencium tanah.

Penciuman bumi pertiwi ini dilakukan seiring pembacaan ultimatum ancaman Sekutu yang dengan sombongnya meminta kepada segenap rakyat Indonesia di Surabaya untuk bertekuk lutut, menyerahkan senjata sembari mengangkat tangan dan mengibarkan bendera putih.

Pembacaan ultimatum ini merupakan bagian dari treatikal yang digelar dalam tasyakuran malam itu.

"Ini penting dan agenda ini sudah disepakati dalam musyarah pengurus. Tujuanya agar kita tidak hanya menonton tapi sedikit banyak bisa merasakan betapa pada waktu itu bangsa kita direndahkan, diancam-ancam oleh Sekutu," aku Lukito Sudiarto Sekretaris Panitia.

Baca juga: Ada 13 Titik Rawan Banjir, KAI Daop 7 Madiun Siagakan AMUS dan Tim Reaksi Cepat Flying Gank

Menurut Lukito, berdasarkan teory William Glasser, belajar dengan melihat hanya mampu menyerap 20 persen, tapi belajar dengan melakukan akan mampu menyerap 70 persen.

"Jadi ini bagian dari proses belajar bersama agar kita bisa lebih riil merasakan. Karena rasa ini penting bukan sekedar pengetahuan dan pemahaman," tandas Lukito.

Kushartono Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri menyampaikan, kegiatan ini sebagai pendidikan karakter bangsa.

"Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan Berkat Rahmatnya. Hingga kita bisa insaf dan sadar bisa menjadi bangsa yang besar bukan bangsa kecil dengan menghargai dan berusaha sekecil apapun bisa meneruskan perjuangan para pahlawan," ungkapnya.

Lanjut Kushartono menjelaskan, ia memahami pesan yang disampaikan Soekarno adalah Indonesia sebagai bangsa besar.

"Bangsa yang senantiasa mau menghargai jasa-jasa pahlawannya," ucapnya.

BACA BERITA KEDIRI LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved