Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Hari Pahlawan, Gubernur Khofifah Minta Generasi Bangsa Tanam dan Kuatkan Karakter Kepahlawanan

Peringatan Hari Pahlawan dilakukan secara khidmat oleh Pemprov Jatim di lapangan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjadi inspektur upacara dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Rabu (10/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Peringatan Hari Pahlawan dilakukan secara khidmat oleh Pemprov Jatim di lapangan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, upacara peringatan Hari Pahlawan kali ini sudah cukup meriah meski masih dalam situasi pandemi covid-19.

Para pelajar dan juga mahasiswa dilibatkan untuk menjadi petugas upacara. Mulai mengibarkan bendera merah putih, pembacaaan UUD 1945 juga pembacaaan pesan-pesan pahlawan dan kata mutiara serta juga penampilan kesenian.

Meski melibatkan petugas upacara yang cukup banyak, namun dipastikan bahwa seluruhnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari tes covid-19 dan juga penggunaan protokol kesehatan seperti masker dan menjaga jarak.

Dalam upacara ini, hadir lengkap para forkopimda Jawa Timur. Mereka seluruhnya mengikuti upacara dengan tertib dan khidmad.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, momen peringatan Hari Pahlawan ini diharapkan bisa menjadi momen refleksi diri untuk generasi bangsa menenamkan jiwa dan karakter kepahlawanan.

"Temanya tahun ini adalah Pahlawan Inspirasiku. Pertama adalah bagaimana kita bisa menanamkan jiwa kepahlawanan. Apa itu? Mulai ketangguhan, semangat berkorban, keikhlasan, itu bagian penting karakter kepahlawanan yang harus tertanam pada diri kita semua," kata Khofifah.

Ia berharap nilai-nilai dan karakter kepahlawanan bisa menjadi sikap yang diterapkan sehari-hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terutama bagi generasi muda penerus bangsa.

Nilai-nilai karakter kepahlawanan ini tidak bisa muncul begitu saja. Melainkan harus dibangun dengan menyiapkan proses dan ekosistem.

Jika sasarannya adalah generasi muda, maka salah satu cara menanamkan dan menumbuhkan proses dan ekosistem karakter kepahlawanana adalah mendesmininasikannya dalan pendidikan formal maupun non formal. Yang harapannya nilai yang ditanamkan bisa direfelksikan melalui sikap dalam keseharian.

Lebih lanjut ia mengatakan era tertentu akan memiliki tantangan tertentu sesuai dengan jamannya. Seperti sekarang tranformasi digital di semua sektor.

Dimana dengan adanya transformasi digital dan juga teknologi membantu dalam segala hal. Khofifah mencontohkana adalah terciptanya vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Unair dan juga motor listrik Gesits yang diciptakan ITS.

"Format seperti ini yang butuh dipersembahkan untuk Indonesia. Dengan meneladani karakter pahlawan, maka kita akan bicara apa yang bisa kita berikan untuk bangsa, apa yang kita bisa kita kontribusikan untuk negara," pungkas Khofifah.

Saat ditanya siapa sosok pahlawan yang menginspirasi Khofifah, wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menyebutkan dua nama.

"Secara kultural dan spiritual, bagi saya sosok pahlawan yang menginspirasi bagi saya adalah Gus Dur, tapi kalau dari sisi nasionalisme bagi saya adalah Bung Karno," tutup Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved