Breaking News:

Berita Malang Raya

Diguyur Hujan Deras, Dua Kamar Kos di Pinggir Sungai Brantas Kota Malang Ambruk

Dirinya menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Kota Malang
Dua kamar kos di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 5, RT 1 RW 6, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang ambruk, Selasa (9/11/2021). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Dua kamar kos milik Ibu Ida di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 5, RT 1 RW 6, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang ambruk dan hanyut terbawa arus Sungai Brantas, Selasa (9/11/2021) malam.

Salah seorang penghuni kos, Jefri (28) mengatakan sebelum kejadian itu terjadi, Kota Malang diguyur hujan cukup deras.

"Jam 16.30 WIB, di wilayah sini diguyur hujan deras. Lalu sekitar pukul 17.30 WIB, dua rumah kos itu ambruk lalu hanyut terbawa Sungai Brantas. Sedangkan dua kamar kos lainnya tidak ambruk, namun posisinya menggantung di pinggir," ujarnya, Rabu (10/11/2021).

Dirinya menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Dua kamar kos yang ambruk itu sudah lama tidak ditempati.

"Di rumah kos ini terdapat 11 kamar. Namun yang ditempati, cuma dua kamar. Sedangkan 9 kamar lainnya tidak ditempati, karena kondisinya sudah rawan ambruk," jelasnya.

Baca juga: Momentum Hari Pahlawan, Bedah 10 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Trenggalek

Dirinya menerangkan, sebelum kejadian itu terjadi, 9 kamar kos yang kondisinya rawan itu telah menunjukkan tanda-tanda akan ambruk.

"Tanda tandanya sudah muncul lima bulan yang lalu. Jadi, bangunan kamar sudah terlihat miring dan retak retak di bagian dinding. Sehingga, 9 kamar kos itu dikosongkan dan tidak boleh ditempati," terangnya.

Jefri mengungkapkan, BPBD Kota Malang beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bareng telah mendatangi lokasi.

"Kemarin malam sudah datang, dan langsung melakukan pengecekan di bagian kamar kos yang ambruk tersebut," tambahnya.

Sementara itu dari pantauan, lokasi rumah kos telah dipasangi garis pengaman.

Dan warga sekitar dilarang untuk memasuki wilayah yang telah dipasangi garis pengaman tersebut.

Diduga, kejadian itu terjadi karena tanah yang menopang bangunan rumah kos tergerus derasnya aliran Sungai Brantas.

SURYA.COID berupaya mengonfirmasi kejadian itu ke Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto melalui sambungan telepon, namun belum ada jawaban.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved