Breaking News:

Berita Ponorogo

Pria Ponorogo Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Busur Panah, Kaget saat Produk Pertamanya Ludes Terjual

Mahmud pun semakin semangat untuk memproduksi panah tanpa harus menunggu adanya limbah dari mebel yang ia produksi.

tribun jatim/sofyan arif candra
Mahmud Danuri (35), warga Jalan Bangunsari, Desa Singkil, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang memanfaatkan limbah kayu bekas menjadi panah tradisional dengan nilai jual tinggi. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Di tangan Mahmud Danuri (35), Warga Jalan Bangunsari, Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, limbah kayu bisa jadi panah tradisional dengan nilai jual yang tinggi.

Mahmud sering kali menggunakan kayu bekas bahan mebelnya untuk memenuhi pesanan panah tradisional dari para pelanggannya.

Ide untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi panah tersebut datang saat ada saudaranya yang beli satu set panah lengkap dengan anak panahnya dari Solo.

"Waktu itu tahun 2016, ada saudara beli dari Solo dengan harga Rp 275 ribu. Menurut saya garapannya kurang halus, karena saya merasa mampu meniru akhirnya saya tiru," kata Mahmud, Senin (8/11/2021).

Mahmud memang sudah punya ilmu kriya kayu sedari dirinya menempuh jurusan kriya kayu di SMKN 1 Pacitan.

Selain itu, ilmunya tersebut juga terus diasah di kehidupan sehari-harinya saat menggarap berbagai produk mebel.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Pemkot Blitar Sosialisasi Prospek Ekspor Hasil Produk UMKM

"Kalau untuk panah ini, saya mencoba bereksperimen dulu dengan melihat di internet, YouTube, lalu saya praktikkan, ternyata bisa," terangnya.

Produk pertamanya ia jual ke Solo melalui media sosial.

Ia kaget ketika 3 (tiga) set panah yang ia produksi pertama langsung ludes terjual dengan harga Rp 300 ribuan.

Mahmud pun semakin semangat untuk memproduksi panah tanpa harus menunggu adanya limbah dari mebel yang ia produksi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved