Breaking News:

Pelindo Optimistis Mampu Tingkatkan Pelayanan Logistik Labuan Bajo

Kerjasama Kemenanterian Perhubungan dan Pelindo menyebutkan, Pelindo berhak melakukan pengelolaan hingga pemanfaatan barang milik negara.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: pelindo 3
Penandatanganan perjanjian oleh PLT Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha dan Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (8/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendukung Pemerintah meningkatkan perekonomian ekonomi Indonesia Timur, khususnya NTT melalui pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo mendapat apresiasi sejumlah pihak.

Terbaru, melalui perjanjian kerjasama pemanfaatan dengan Kementerian Perhubungan, Pelindo sebagai operator Pelabuhan mendapatkan ijin pemanfaatan barang milik negara yang terdapat di Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo untuk menunjang kegiatan operasional mereka.

Kerjasama Pemanfaatan antara Kementerian Perhubungan dan Pelindo  menyebutkan, Pelindo berhak melakukan pengelolaan hingga pemanfaatan barang milik negara.

Diantaranya pemanfaatan causeway, trestle, lapangan penumpukan, dermaga hingga sejumlah fasilitas lainnya untuk kegiatan operasional Pelindo.

Dengan tujuan meningkatkan perekonomian daerah serta memberikan manfaat negara melalui Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kerjasama tersebut ditandatangani langsung oleh PLT Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha dan Regional Head 3 Pelindo Ardhy Wahyu Basuki di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (8/11/2021),

Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut yang juga merangkap sebagai PLT Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Arif Toha mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terwujudnya perjanjian pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas Pelabuhan tersebut.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) salah satunya dengan memindahkan kegiatan logistik yang sebelumnya dilakukan di Pelabuhan eksisting menuju Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo.

“Saya sangat senang perjanjian ini bisa terwujud, tentunya kami berharap melalui perjanjian kerjasama pemanfaatan ini nantinya operasional logistik di Pelabuhan baru bisa berjalan semakin optimal,” tutur Arif Toha PLT Dirjen Perhubungan Laut.

Senada dengan pernyataan Arif Toha, Direktur Strategi Pelindo Prasetyo yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa Pelindo mengapresiasi dukungan berbagai pihak, baik dari Kementerian Perhubungan dan pihak lain dalam proses pembangunan hingga pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo.

Menurutnya, perjanjian ini semakin membuat posisi Pelindo sebagai operator Pelabuhan menjadi lebih fleksibel dalam menjalankan tugasnya.  

“Tentunya hal ini merupakan momen yang sangat dinantikan. Karena melalui perjanjian ini, kami BUMN Kepelabuhanan bisa dengan segera menjalankan amanah pengelolaan dan pemanfaatan Pelabuhan ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan yang amanatkan Pemerintah kepada kami,” pungkas Prasetyo Direktur Strategi Pelindo.

Sebelumnya dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo menjadi salah satu lokasi wisata super prioritas di Indonesia, Pemerintah melakukan sejumlah penataan salah satunya adalah menghadirkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo yang diresmikan Presiden RI Ir H Joko Widodo pada 14 Oktober lalu.

Dengan luas kurang lebih 6 Hektar, Pelabuhan ini siap melayani berbagai kegiatan operasional seperti pelayanan bongkar muat petikemas, general cargo, curah kering, hingga curah cair.


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved