Hasil Survei ARCI soal Bursa Pilgub Jatim 2024: Khofifah Ditempel Sejumlah Figur, Ada Tokoh Parpol

Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi yang tertinggi untuk bursa Pilgub Jatim 2024

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Parmin
surya.co.id/yusron naufal putra
Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt saat memaparkan hasil survei terkait bursa Pilgub Jatim 2024. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi yang tertinggi untuk bursa Pilgub Jatim 2024. Sebagai petahana, nama Khofifah tinggi baik dari sisi popularitas maupun elektabilitas. 

Menyusul Khofifah ada sejumlah tokoh yang potensial untuk kontestasi Pilgub Jatim 2024.

Di antara tokoh itu, juga masuk dari jajaran ketua parpol di bursa pesta demokrasi tingkat kepala daerah tersebut. 

Gambaran itu, setidaknya dipotret dalam hasil survei dirilis Lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) tentang kecenderungan pemilih di Jawa Timur jelang Pemilu 2024, belum lama ini.

Responden disodorkan pertanyaan jika Pilgub digelar saat ini. 

Dalam urutannya, elektabilitas Khofifah berada di angka 32,7 persen. Lalu, diikuti oleh Tri Rismaharini di angka 8,7 persen.

Kemudian Emil Dardak 8,1 persen, Saifullah Yusuf 6,9 persen. 

Selanjutnya, Abdul halim Iskandar dengan angka 4,6 persen, dan La Nyalla M Mattaliti 3,2 persen. 

Selain nama tersebut, juga muncul para ketua parpol lain seperti Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, Ketua DPD Partai Golkar Jatim M Sarmuji serta Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi. 

Survei tersebut digelar pada 20-31 Oktober dengan melibatkan 1200 responden dan margin of error ± 3 persen. 

Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt mengatakan, Khofifah di peringkat pertama memang terbilang wajar, mengingat saat ini Khofifah masih menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Timur. 

"Cukup wajar, ketika masyarakat ditanyai, memilih Gubernur saat ini karena yang lain belum running sama sekali," kata Baihaki dikutip Selasa (9/11/2021). 

Mengingat waktu yang relatif lama, komposisi itu disebutkan bisa saja berubah. Apalagi, responden yang memilih menjawab tidak tahu masih cukup besar. 

Hal itu, kata Baihaki, juga bakal ditentukan ketika sejumlah nama lain sudah menyatakan running. Dikatakan Baihaki, nama-nama lain memang  berpeluang untuk terus menaikkan elektabilitas. 

Sebab, ada banyak faktor yang bisa menjadi penentu untuk keterpilihan. Dalam survei yang sama, ARCI juga mendapati temuan jika preferensi publik dalam memilih tokoh ditentukan oleh sejumlah hal. 

Yang paling besar, pemimpin harus merakyat. Persepsi publik terhadap pemimpin dengan jiwa merakyat ini mendominasi dibanding faktor lain yang juga menjadi penentu. 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved