Breaking News:

Jatim Heroes Covid 19 Kabupaten Nganjuk

Gerakan Teplekan "Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19" Solusi Kreatif Kurangi Beban Masyarakat

Satuan Tugas (Satgas) penanganan virus corona Kabupaten Nganjuk resmikan Gerakan Teplekan "Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19".

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad amru muiz
Gerakan Teplekan Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19 digagas Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Satuan Tugas (Satgas) penanganan virus corona Kabupaten Nganjuk resmikan Gerakan Teplekan "Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19".

Program tersebut sebagai upaya Tim Satgas Penanganan Covid-19 dibawah Pimpinan Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi, mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Nganjuk ikut peduli dan bersama-sama membantu warga, baik yang terpapar covid-19 dan yang terdampak Pandemi covid-19.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menjelaskan, munculnya Gerakan Teplekan "Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19" sendiri berawal dari rasa keprihatinan dan kekhawatiran dari tingginya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Dimana dalam waktu 10 hari tercatat penambahan kasus Covid-19 mencapai angka 2.000 kasus pada bulan Juni 2021 lalu.

"Kamipun merasakan alangkah beratnya beban ekonomi masyarakat yang terkena Covid-19 dan warga yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Nganjuk," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Dari situlah, dikatakan Marhaen Djumadi, dirinya berpikir untuk mengumpulkan bantuan sukarela dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Nganjuk. Termasuk warga Kabupaten Nganjuk yang ada di perantauan dan memiliki sedikit berlebih hartanya untuk mengikuti Gerakan Teplekan.

"Alhamdulillah, dari Gerakan Teplekan Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19 tersebut kami dapatkan bantuan uang dan barang senilai total sekitar Rp 1,2 miliar.

Ternyata masyarakat Nganjuk bisa dan dapat diajak bergerak bersama untuk saling membantu sesama warga Nganjuk," ucap Marhaen Djumadi.

Dengan perolehan bantuan dari Gerakan Teplekan sebesar itu, ungkap Marhaen Djumadi, dapat digunakan untuk memberikan bantuan apa saja yang dibutuhkan warga terpapar Covid-19 dan warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Dan yang perlu diketahui, tambah Marhaen Djumadi, Gerakan Teplekan tersebut bukan sekedar mengumpulkan bantuan sukarela dan menyalurkan kepada yang membutuhkan.

Tetapi Gerakan Teplekan tersebut sekaligus juga untuk kembali menggerakkan perekonomian warga di tengah Pandemi Covid-19 hingga sekarang ini.

Yakni dana hasil dari Gerakan Teplekan digunakan untuk belanja sembako di toko kelontong milik warga. Dan dilarang membelanjakan sembako untuk bantuan di toko grosir ataupun swalayan meskipun harganya lebih murah bila beli dalam jumlah besar.

"Kebijakan itu dimaksudkan agar warga pemilik toko kelontong terbantu dari pembelanjaan uang Gerakan Teplekan setelah juga terpukul oleh Pandemi Covid-19. Dengan demikian bisa diibaratkan sekali dayung dua hingga tiga pulau bisa terlampaui," tandas Marhaen Djumadi.

Lebih lanjut dijelaskan Marhaen Djumadi, Gerakan Teplekan merupakan wujud dari ajakan bagi semua masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk bergotong royong membantu sesama warga Nganjuk. Terutama seluruh PNS di Pemkab Nganjuk agar peduli terhadap sesamanya. Dengan demikian, warga terdampak Pandemi Covid-19 bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan secara penuh.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved