Breaking News:

DBL Indonesia

Tim Putri SMAN 3 Blitar Ambisi Menebus Kegagalan Musim 2019

Tim putri SMAN 3 Blitar akan mengawali kiprahnya di Honda DBL 2021 East Java Series melawan SMAN 2 Surabaya, di Gelora Pancasila.

Editor: Cak Sur
Istimewa
Tim putri SMAN 3 Blitar akan mengawali kiprahnya di Honda DBL 2021 East Java Series melawan tim putri SMAN 2 Surabaya, di Gelora Pancasila, Senin (8/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tim putri SMAN 3 Blitar nyaris lolos ke fase Championship Series mewakili North Region pada Honda DBL East Java Series edisi 2019 lalu. Akan tetapi, ambisi itu digagalkan SMAN 1 Blitar.

Sangat menyesakkan, karena Smaga, sebutan tim SMAN 3 Blitar, saat itu harus kalah tipis 65-66. Sehingga mereka gagal berangkat ke Surabaya.

Hari Senin (8/11/2021) ini, srikandi Smaga Blitar datang ke Surabaya. Dengan ambisi siap menebus kegagalan itu dengan tampil maksimal pada musim ini.

Mereka akan mengawali kiprahnya di Honda DBL 2021 East Java Series melawan SMAN 2 Surabaya, di Gelora Pancasila. Laga ini akan ditayangkan secara livestream melalui channel YouTube dan aplikasi DBL Play mulai pukul 13.00 WIB.

Oki Rosetika, salah satu pilar Smaga Blitar menegaskan bahwa mereka sudah siap tempur. Oki yakin timnya akan tampil maksimal kali ini.

"Kami optimistis menang. Kami yakin bisa mengontrol permainan," tegas forward 17 tahun tersebut.

Oki merupakan salah satu pemain berpengalaman di tim Smaga. Dia ikut memperkuat tim ini di Honda DBL East Java Series 2019-South Region.

Oki tak sendirian, coach Hwie Biao juga menyertakan Natasya Aurelia dan Alya Karreli. Smantig juga diperkuat wajah baru seperti Mellyani Putri Sanjaya, Gabriella Marcelina, dan Khairunnisa' Abidatul Afiyah.

"Kami sudah siap tanding. Kami sering sekali melakukan sparing dengan tim yang jauh di atas level kami. Sekalian untuk melatih mental dan meningkatkan chemistry," ucap Oki.

Dari kubu Smada, sebutan tim SMAN 2 Surabaya, coach Farrel Rabbani Andrian percaya diri dengan kemampuan anak asuhnya.

Coach Farrel ingin timnya mencapai hasil lebih baik tahun ini. Sebab, Smada gagal lolos ke babak Delapan Besar di Honda DBL 2019 setelah dihentikan SMA St. Louis 1 Surabaya.

"Mungkin persiapan terlalu singkat dan belum menyeluruh. Terutama soal materi defense dan transisinya. Tapi anak-anak cepat sekali beradaptasi," kata pelatih 26 tahun ini.

Smada Surabaya juga rajin menggelar latihan fisik dan rutin melaksanakan latih tanding guna meningkatkan performa.

"Kami optimistis menang. Semoga para pemain melakukan setiap langkah dan strategi dengan harapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved