Breaking News:

Press Release

Donasi Produk Rp 52,6 Juta dari Tupperware Indonesia dalam Gerakan Pesantren Asuh

Gerakan dalam rangka peduli masa depan pendidikan anak-anak yatim piatu yang terdampak pandemi Covid 19.

Foto Istimewa Tupperware Indonesia
Penyerahan donasi dari Tupperware Indonesia secara simbolis dalam kegiatan GPA dengan perhelatan konser Santri Untuk Indonesia. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tupperware Indonesia ikut berpartisipasi dalam Gerakan Pesantren Asuh (GPA).

Yaitu gerakan dalam rangka peduli masa depan pendidikan anak-anak yatim piatu yang terdampak pandemi Covid 19.

Seremonial acara telah berlangsung bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, dengan tema "Konser Santri Untuk Indonesia" pada Minggu (31/10/2021).

"Ditinggal pergi oleh seseorang untuk selamanya tentu akan menjadi kepedihan yang mendalam," kata Frangky Purnomo Angelo, Marketing Director Tupperware Indonesia, Jumat (5/11/2021).

Apalagi jika yang ditinggalkan masih kecil dan masih belum mampu untuk berdiri sendiri.

"Di Tupperware, semangat untuk saling membantu sesama adalah nilai perusahaan yang sejak lama telah menjadi prinsip kami bersama ratusan ribu sales force member di Indonesia," beber Frangky.

Melalui donasi itu, menurut Frangky, pihaknya dengan tulus menyampaikan dukungan serta bentuk kehadiran Tupperware bagi anak-anak Indonesia.

"Karena senyum mereka adalah secercah harapan bagi Indonesia, dan untuk itulah kami di Tupperware selalu berusaha hadir untuk mereka, anak-anak Indonesia," ujar Frangky.

Pemberian donasi untuk santri yatim berupa produk Tupperware senilai Rp 52,6 juta yang dalam penyerahannya diwakili oleh Sales Director Tupperware Indonesia, Ulun Nuha.

Serangkaian kegiatan sosial serupa akan terus berlanjut dilakukan sebagai bentuk komitmen dan kontribusi Tupperware Indonesia untuk negara tercinta.

Sementara itu, menurut pencatatan yang dilakukan team sukarelawan di NU, sampai bulan september tercatat ada 800 Kyai, Bu Nyai, termasuk wali santri yang wafat akibat wabah Covid-19 sehingga tidak sedikit pula anak - anak yang kini menjadi yatim piatu.

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut, hadir sederet musisi Indonesia seperti Tulus, Tompi, Pamungkas, Feby Putri dan sejumlah nama lain seperti group Qosidah Nasidaria yang memanjakan mata dan telinga penonton.

Di samping itu, juga digelar penggalangan dana secara virtual dalam upaya mendukung Gerakan Pesantren Asuh (GPA) dengan melelang barang - barang milik tokoh – tokoh NU.

Seperti blangkon yang biasa dipakai Miftah Maulana Habiburrahman, hingga kemeja putih Gus Baha yang mencapai nilai lebih dari Rp 200 juta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved