Sabtu, 18 April 2026

Berita Malang Raya

7 Kampung Tematik Kota Malang Diterjang Banjir Bandang, Seperti Ini Kondisinya

Dari tujuh kampung tematik tersebut, dan Kampung Putih dan Kampung Warna-Warni yang mengalami catatan paling parah.

surya.co.id/rifky edgar
Sejumlah relawan dan petugas saat membantu warga Kampung Putih Kota Malang untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan air, dampak dari terjangan derasnya air di Sungai Brantas. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Tujuh kampung tematik di Kota Malang diterjang derasnya aliran Sungai Brantas usai banjir bandang melanda Kota Batu pada Kamis (4/11/2021) sore.

Tujuh kampung tematik yang terdampak tersebut semuanya berada di bantaran Sungai Brantas.

Di antaranya ialah Kampung Keramik Kelurahan Dinoyo, kampung Gerabah Kelurahan Penanggungan, Kampung Putih kelurahan Klojen, Kampung Biru Arema Kelurahan Kidul Dalem, Kampung Tridi Kelurahan Kesatrian, Kampung Warna-Warni dan Lampung Lampion Kelurahan Jodipan.

Dari tujuh kampung tematik tersebut, dan Kampung Putih dan Kampung Warna-Warni yang mengalami catatan paling parah.

Di mana ada satu rumah hanyut, satu rumah mengalami rusak parah dan sebagaian rumah terendam lumpur dan sampah sampah.

Sejumlah relawan dan petugas saat membantu warga Kampung Putih Kota Malang untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan air, dampak dari terjangan derasnya air di Sungai Brantas.
Sejumlah relawan dan petugas saat membantu warga Kampung Putih Kota Malang untuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan air, dampak dari terjangan derasnya air di Sungai Brantas. (surya.co.id/rifky edgar)

"Dari catatan kami, taman Wall Of Love dan Taman Daya Kampung Putih yang rusak parah, area sport selfi hilang dan hanyut terbawa banjir," ucap Ketua Forkom Pokdarwis kota Malang, Isa Wahyudi, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga: Mensos Turunkan Tim Trauma Healing, Bantu Psikologis Pengungsi Banjir Bandang Kota Batu

Pria yang akrab disapa Ki Demang juga telah melakukan koordinasi dengan semua kampung tematik untuk saling bersama-sama membantu meringankan.

Salah satunya ialah dengan cara bergotong royong untuk membantu Kampung Putih pulih kembali setelah diterjang derasnya aliran sungai Brantas.

"Memang Kampung Putih ini yang paling parah. Sampai warga mengungsi ke Edu Park Senaputra. Hari ini tadi juga sudah kami gerakkan untuk membantu bersih-bersih warga," ujarnya.

Atas kejadian ini, doa bersama antar lintas agama juga dilakukan di Koeboeran Londo yang difasilitasi oleh Pokdarwis.

Dalam doa bersama tersebut, dihadiri oleh para pegiat Kerukunan Antar Umat Beragama, Ustad Zainul Arifin, Romo Eko Putranto dan Pdt. Ardi Rahardiyanto.

"Intinya doa bersama kemarin itu berbarengan dengan rangkaian acara Misa Arwah yang di selenggarakan pada tanggal 4 November kemarin. Jadi kami sama-sama kita berdoa agar situasi lekas membaik," tandasnya. (Rifky Edgar)

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved