Breaking News:

Advertorial

Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Madiun Gelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Cukai

Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai

SURYA.CO.ID/Sofyan Chandra
Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Kamis (4/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai yang diselenggarakan di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (4/10/2021).

Dalam sosialisasi tersebut Pemkab Madiun menghadirkan sejumlah narasumber.

Mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Biro Hukum Setda Provinsi Jatim, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, serta perwakilan Polres Madiun.

Sedangkan pesertanya adalah Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Penyidik PNS, dan Kasi Trantib Kecamatan se-Kabupaten Madiun.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Madiun, Alif Margianto mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mempercepat penyebaran informasi terkait ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

"Mereka-mereka ini yang turun langsung ke lapangan sehingga kita sosialisasikan agar semakin memahami terkait cukai dan apa-apa saja pelanggarannya," kata Alif, Kamis (4/11/2021).

Untuk memberantas peredaran rokok ilegal, Pemkab Madiun juga mempunyai tim yang bertugas untuk melakukan operasi mengecek peredaran rokok-rokok yang menyalahi bea cukai.

Sementara itu, Fungsional Ahli Pertama Kantor Bea Cukai Madiun, Cahyo Wibowo berharap dengan sosialisasi yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) tersebut, para peserta yang hadir dapat memahami ketentuan tentang peraturan di bidang bea cukai.

"Terutama bisa membantu kami untuk mencerahkan kepada masyarakat dan membantu kami mengawasi apabila ada rokok ilegal di wilayah masing-masing," kata Cahyo.

Di wilayah kabupaten Madiun sendiri selama tahun 2021, Kantor Bea Cukai Madiun sering melakukan operasi gabungan dan tidak menemukan adanya rokok ilegal.

"Namun demikian kita tetap harus berhati-hati untuk mengantisipasi karena peredaran rokok ilegal itu sifatnya hanya sembunyi-sembunyi. Maka sosialisasi terus digerakkan kepada masyarakat," terangnya.

Untuk mengidentifikasi rokok tersebut ilegal atau tidak, ada tiga komponen yang bisa dicek keaslian dari pita cukainya yaitu dari kertasnya, cetakannya, dan dari hologramnya.

"Jika masyarakat ada kecurigaan maka bisa melaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti dengan mengirim sampel pita cukai tersebut ke laboratorium pusat di Jakarta," pungkasnya. (ADV)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved