Breaking News:

Penyaluran Pembiayaan WOM Finance Meningkat 69 Persen hingga September 2021

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) atau WOM mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan hingga 69 persen September 2021.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto : Capture zoom meetingĀ 
Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance saat Public Expose atau Paparan Publik secara virtual pada Rabu, (3/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) atau WOM mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan hingga 69 persen September 2021 dibanding periode sama 2020.

"Dengan nilai mencapai Rp 3,0 triliun. Sementara tahun lalu dengan periode yang sama, nilainya mencapai Rp 1,8 triliun," jelas Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance, saat melaksanakan kegiatan Public Expose atau Paparan Publik secara virtual pada Rabu (3/11/2021).

Menurut Djaja, kinerja Perseroan keseluruhan yang terus membaik ini tidak lain adalah kerja keras
seluruh manajemen dan karyawan.

"Dengan keberhasilan ini, kami siap melakukan ekspansi yang lebih luas untuk mencapai pertumbuhan yang lebih solid demi kepuasaan konsumen dan mitra kami," jelas Djaja.

Sedangkan Non Performing Financing/NPF - Nett 0,9 persen, turun 1,9 persen dibandingkan September 2020.
Dalam Public Expose itu, direksi memaparkan kinerja, fokus dan strategi usaha Perseroan dalam sembilan bulan pertama 2021.

Dalam paparan publik tersebut,  Djaja menyampaikan Perseroan telah melakukan beberapa inovasi dan inisiatif
dalam rangka perbaikan kinerja Perseroan di tengah pandemi Covid 19.

Perseroan telah merealisasikan proses digitalisasi akuisisi dan channel payment.

Selain itu Perseroan telah berhasil menerapkan Work by Virtual dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional bagi karyawan.

Perseroan juga telah menjalankan sentralisasi proses operasional dan kredit serta optimalisasi produktivitas dan efektivitas tenaga marketing dan penagihan.

Untuk pengembangan produk, pada Agustus lalu Perseroan telah meluncurkan produk baru
pembiayaan logam mulia bernama MasKu.

“Keberhasilan Perseroan dalam menjalankan keseluruhan strategi ditengah masa sulit Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang positif bagi pencapaian kinerja Perusahaan," ungkap Djaja.

Direktur Perseroan, Zacharia Susantadiredja menambahkan Perseroan mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2021 sebesar Rp 76 miliar.

Laba bersih ini meningkat 34 persen dibandingkan pada periode September 2020 yang mencapai Rp 56 miliar.

"Peningkatan Laba Bersih ini didorong atas perbaikan kualitas portofolio yang signifikan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang sehat, dan konsistensi atas efisiensi biaya dana operasional Perseroan," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved