Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Intensif Realisasikan KOTAKU, Sistem Terpadu Penanganan Permukiman Kumuh

Program KOTAKU Kabupaten Nganjuk mendapat kucuran dana mencapai Rp 3,1 Miliar yang saat ini sudah pada tahap sertifikasi kegiatan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad amru muis
Pembagian paket bantuan sosial berupa sembako kepada warga yang tinggal di permukiman kumuh dalam program KOTAKU di Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) intensif direalisasikan di Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan melalui sistem pembangunan terpadu dalam penanganan permukiman kumuh di Perkotaan.

Asisten kota KOTAKU Kabupaten Nganjuk, Malik Arifin mengatakan, terdapat 131,2 hektar kawasan pemukiman kumuh yang tersebar di 18 kelurahan di Kabupaten Nganjuk.

Di mana Pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dengan program KOTAKU dalam perencanaan maupun implementasinya dalam menangani kawasan pemukiman kumuh dengan mengedepankan partisipasi masyarakat.

"Kolaborasi dan sinergitas saat ini yang terus dijalankan dalam upaya penanganan kawasan permukiman kumuh menjadi sehat dan asri," kata Malik Arifin, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Maling Gondol 8 Sepeda dari 4 Rumah dalam Waktu Semalam di Perumahan Kota Madiun

Khusus Kabupaten Nganjuk, dikatakan Malik Arifin, pada tahun 2021 ini mendapatkan bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) KOTAKU reguler dan BPM Cash for Work.

Kelurahan Kartoharjo Kecamatan Nganjuk menjadi salah satu kelurahan yang mendapatkan program tersebut pada kawasan yang sesuai SK Bupati Nganjuk tentang penetapan lokasi lingkungan perumahan kumuh dan permukiman kumuh.

Program KOTAKU Kabupaten Nganjuk mendapat kucuran dana mencapai Rp 3,1 Miliar yang saat ini sudah pada tahap sertifikasi kegiatan.

Hanya saja, pelaksanaan program KOTAKU kali ini agak berbeda dengan kegiatan program KOTAKU tahun-tahun sebelumnya.

Program tahun 2021 ini untuk bantuan pemerintah kepada masyarakat lebih dititik beratkan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi akibat dampak covid-19 melalui pelaksanaan kegiatan padat karya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved