Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa UNESA Berkolaborasi dengan Warga Gundih Rintis Budidaya Lele dan Tanaman Hidroponik

Mereka berdayakan masyarakat Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya lewat program kewirausahaan budidaya lele dan tanaman hidroponik.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Tim mahasiswa DPM FIP UNESA berdayakan masyarakat Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya melalui program kewirausahaan budidaya lele dan tanaman hidroponik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Guna meningkatkan soft skill dan hard skill, mahasiswa terjun langsung dalam program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya bisa terlibat dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) seperti yang dilakukan tim mahasiswa DPM FIP UNESA.

Tim tersebut terdiri dari Ferdian Adi Wisesa sebagai Ketua dan Jaza Adzinta, M Alfin Rifqi, Shela Dwi Widhya Sari, Kholif Sulistyawati, Ulin Fauziah, Adelia Balqis Azra Sabila, Irine Sofi Aulia, Vivin Dwi Oktaviaranti serta Aditya Marino sebagai anggota.

Mereka berdayakan masyarakat Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya lewat program kewirausahaan budidaya lele dan tanaman hidroponik.

Ketua tim, Ferdian Adi Wisesa menjelaskan, program tersebut mulai berjalan sejak 26 September 2021 dan akan berlangsung hingga Desember 2021 di RT 02 RW 03 Kelurahan Gundih, Surabaya.

Kegiatan, mula-mula dikemas dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang program kewirausahaan tersebut khususnya terkait budidaya lele dan tanaman hidroponik dengan menggandeng tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Selain itu, mereka juga menggandeng komunitas lele dan hidroponik dalam memberikan pelatihan pembuatan kolam lele, kerangka tanaman hidroponik serta tata cara budidaya lele dan tanaman hidroponik dari awal hingga akhir atau panen.

Sistem pemberdayaannya yakni sebagian masyarakat ada yang diarahkan ke budidaya lele dan ada yang khusus budidaya sayuran hidroponik.

“Selama budidaya berlangsung, ada pendampingan dan monitoring perkembangan dari tahap ke tahap," kata Ferdian kepada SURYA.co.id, (4/11/2021).

Dosen Pembimbing Lapangan, Windasari menjelaskan, PHP2D merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa.

PHP2D merupakan program pusat (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Lewat program itu, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan serta kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan masyarakat desa.

"Semoga dengan segala potensi yang ada di sana, budidaya lele dan hidroponik di Kelurahan Gundih bisa terus berkembang dan bisa berdampak pada pendapatan masyarakat setempat," harapnya.

Ferdian menjelaskan melalui program ini mahasiswa dilatih berkolaborasi dengan jajaran kelurahan setempat dalam mengembangkan potensi desa atau kelurahan setempat.

"Saat ini, mahasiswa dituntut bisa sensitive dan mengidentifikasi masalah maupun peluang di tengah masyarakat, kemudian mereka harus mampu mencarikan solusi untuk mengatasinya," pungkasnya. (zia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved