DPRD Surabaya

DPRD Dukung Pengucuran Rp 3 M untuk Start Up Surabaya lebih Maju

Pemerintah Kota Surabaya memberi perhatian serius pada pengembangan industri kreatif.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
INDUSTRI KREATIF - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Tjutjuk Supariono mendukung penuh Pemkot Surabaya yang memberi perhatian serius pada pengembangan industri kreatif. Bersama DPRD, anggaran Rp 3 miliar diplot untuk menstimulasi pergerakan para start up agar lebih kencang geliatnya dalam upaya pemulihan ekonomi di saat pandemi covid-19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya memberi perhatian serius pada pengembangan industri kreatif.

Bersama DPRD, anggaran sebesar Rp 3 miliar diplot untuk menstimulasi pergerakan para start up agar lebih kencang geliatnya dalam upaya pemulihan ekonomi di saat pandemi covid-19.

Dukungan anggaran besar tersebut sudah melalui pembahasan terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2022.

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tjutjuk Supariono mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Rp 3 miliar itu di bawah Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata.

“Harus ada perhatian lebih dari Pemkot bagi start up di Surabaya. Selain untuk pemulihan ekonomi, saya melihat industri kreatif di Surabaya sangat potensial bisa berkembang pesat," kata Tjutjuk, Rabu (3/11/2021).

Industri kreatif yang bersentuhan dengan digital ini sangat dekat dengan masyarakat sekarang. Utamanya anak muda.

Tjutjuk yang juga Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini melihat bahwa program pembangunan industri kreafif memang selaras dengan program pemerintah pusat, yang menggalakkan dukungan bagi pengembangan industri kreatif dengan para start up menjadi pelaku utama.

Persaingan Sangat Ketat

Tjutjuk Supariono menyebut bahwa persaingan dalam industri kreatif ini sangat ketat. Bahkan tidak sedikit start up yang kemudian gulung tikar di usia yang masih seumur jagung.

Menurut Tjutjuk, inilah tantangan di era digital, meskipun konomi digital merupakan bidang yang sangat berpotensi untuk menjadi besar.

Ironisnya, data dari Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengungkapkan bahwa sebanyak 95 persen start up di Indonesia tidak bisa survive. 

"Maka, dengan memberikan perhatian lebih terhadap perusahaan rintisan, pertumbuhan perekrutan tenaga kerja juga dapat meningkat, mengingat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Surabaya yang sampai dengan tahun 2020 hampir mencapai 10 persen," papar Tjutjuk.

Sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia, Surabaya sangat berpotensi untuk menjadi kota wiraswasta yang dapat menjadi poros start up di Tanah Air. 

"Kami (DPRD) sangat mendukung adanya inisiasi untuk memajukan industri kreatif. Terutama start up yang masih kecil atau yang sedang merangkak di Surabaya," tambah Katua Fraksi PSI ini.

Tjutjuk menjelaskan bahwa total APBD Surabaya untuk tahun 2022 sebesar Rp 9,2 triliun.

Dengan keberpihakan anggaran ini, harapannya industri kreatif di Surabaya bisa berkembang maksimal.

“Sudah saatnya Surabaya harus menjadi motor ekonomi digital Indonesia,” pungkas Tjutjuk Supariono.

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved