KKB Papua

5 Fakta Terbaru Situasi Intan Jaya: KKB Papua Diberi Ultimatum dan Akan Dihantam Jika Berulah

Berikut rangkuman fakta terbaru tentang situasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang tengah memanas karena teror KKB Papua.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan (tengah) memimpin pengejaran anggota KKB Papua. Simak dalam Fakta Terbaru Situasi Intan Jaya. 

SURYA.co.id - Berikut rangkuman fakta terbaru tentang situasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang tengah memanas karena teror KKB Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal menerangkan situasi wilayah Intan Jaya terpantau aman terkendali.

Pihak TNI-Polri juga telah memberikan ultimatum kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Jika KKB Papua berani berulah lagi, maka TNI-Polri tak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.

Baca juga: Tujuan Terselubung Aksi Teror KKB Papua Intan Jaya Diungkap Mahfud MD: Sengaja Memanfaatkan Momen

Berikut rangkuman fakta terbarunya melansir dari beberapa artikel Tribun Papua.

1. Terpantau aman

Pascapenyerangan KKB Papua beberapa waktu lalu, situasi keamanan di Sugapa, Intan Jaya berangsur kondusif.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal menerangkan situasi wilayah Intan Jaya terpantau aman terkendali.

"Sepekan terakhir situasi aman di intan," ucapannya, melansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Kabid Humas Polda Papua: Situasi Intan Jaya Kondusif '.

Kata Kamal saat ini aparat gabung telah di siapkan di beberapa titik di Sugapa Ibukota Intan Jaya.

Hal itu untuk mengantisipasi aku susulan KKB Papua.

"Personel sudah mengamankan bandara, kemudian di setiap objek vital," terangnya.

Ia pun menambahkan akses jalur masuk Kabupaten intan jaya pun telah di blokade aparat gabungan atas permintaan para tokoh masyarakat.

"Jadi atas permintaan beberapa toko masyrakat akses jalan masuk ke Intan Jaya di tutup," tambah dia.

Diketahui sejak Rabu terjadi kontak tembak antara  TNI-Polri dan KKB Papua.

Kemudian pada hari jumat diketahui, KKB Papua melakukan Pembakaran beberapa aset disekitar bandara Bilogai Intan jaya.

2. KKB Papua diberi ultimatum

Tindakan barbar yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua, menuai ultimatum dari aparat keamanan.

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengimbau anggota KKB Papua yang melakukan pembakaran rumah warga dan ambulans di sekitar Bandara Bilogai, Distrik Sugapa, untuk segera menyerahkan diri. 

Bila tidak, maka aparat gabungan polisi dan TNI akan mengambil tindakan tegas.

“Kami selalu kedepankan diplomasi, namun kalau tidak kalian indahkan, maka kami akan ambil tidakan tegas,” ujarnya Sandi Sultan, Selasa (2/11/2021). 

Melansir dari Tribun Papua dalam artikel 'KKB Intan Jaya Papua Diultimatum, Polisi: Jika Tak Serahkan Diri Akan Kami Tindak Tegas'.

3. Hoax bandara dibakar KKB Papua

Sandi juga membantah pemberitaan yang menyebut Kantor Airnav Bandara Bilogai di Distrik Sugapa terbakar pada Jumat (29/10/2021), pekan lalu.

"Itu tidak benar. Kondisi Bandara Bilogai Sugapa, Kabupaten Intan Jaya saat ini aman, terkendali dan masih berfungsi dengan baik," ujar Sandi 

Hanya, Sandi menyebut sejumlah fasilitas dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah itu. 

"Yang terbakar adalah kendaraan ambulans beserta satu kendaraan tanki air dan satu rumah warga, yang mana rumah tersebut bukan rumah tinggal namun warung yang berdekatan dengan bandara,” tegasnya.

Sandi memastikan aktivitas masyarakat di sekitar bandara berjalan normal.

4. Masih melakukan pengamanan

Sementara, aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengamanan.

“Kegiatan masyarakat sipil semuanya saya amankan. Di Polsek semuanya, begitupun juga di Pos Koramil serta di gereja-gereja yang ada di Kabupaten Intan Jaya semuanya saya amankan,” jelasnya.

Sandi berujar, kekerasan yang dilakukan KKB Papua di Intan Jaya tak bisa menyelesaikan masalah, malah justru berakibat dendam dan sakit hati.

“Saya masih menganggap mereka (KKB) saudara-saudara saya karena mereka warga negara Indonesia.

Cuman memang perlu pembinaan. Mereka hanya melakukan tindak pidana yang bisa berakibat menghilangkan nyawa orang,” ungkap Sultan.

5. Blokade akses KKB Papua

Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua kerap mengganggu warga di Kabupaten Intan Jaya dan Nduga. Aksi separatis ini membuat Papua terancam
Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua kerap mengganggu warga di Kabupaten Intan Jaya dan Nduga. Aksi separatis ini membuat Papua terancam (Sumber: Tribunnews.com)

Dalam memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), TNI-Polri mulai melakukan blokade terhadap akses masuk kelompok yang dicap teroris oleh negara di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Hal ini ditegaskan Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan, Senin (1/11/2021).

Aksi blokade tersebut dilakukan pasca-pembakaran sejumlah kendaraan dan bangunan di kawasan Bandara Sugapa.

“Semua pasukan sudah menutup akses di wilayah Kota Sugapa. Kami sudah mengendalikan kondisi kamtibmas di Sugapa,” kata Sandi, melansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Situasi Terkini Intan Jaya Papua, TNI-Polri Blokade Akses KKB'.

Diperketatnya pengamanan di titik-titik tertentu, kata Sandi, KKB Papua yang kerap meneror keamanan di wilayah Sugapa sudah hengkang dari daerah tersebut.

 “Kalau ada yang masih terlihat, kami hantam (tindak),” tegasnya.

Disinggung soal total kekuatan TNI-Polri dalam pengamanan di Sugapa, Sandi enggan menyebutnya.

 “Ini yang tidak bisa kami kasih tahu. Karena ketika jumlah kekuatan pasukan kami ekspos dan termuat di media, ya selesai sudah, mereka (KKB) bisa baca kekuatan kami, ketahuan sudah,” terang Sandi.

Sekadar diketahui, KKB Papua yang melakukan sejumlah penyerangan di kawasan Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (29/10/2021) tengah diburu tim gabungan TNI-Polri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved