Breaking News:

DBL Indonesia

Manfaatkan Turnover Lawan, Achmad Barron dan Danendra Ahnaf Menggila, Twenty Jegal Langkah Smansa

Laga sengit tersaji saat tim putra SMAN 1 Pacet dan SMAN 20 Surabaya saling berhadapan dalam lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series

Editor: Cak Sur
Istimewa/DBL Indonesia
Laga sengit tersaji saat tim putra SMAN 1 Pacet dan SMAN 20 Surabaya saling berhadapan dalam lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series, di Gelora Pancasila, Senin (1/11/2021) kemarin. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Laga sengit tersaji saat tim putra SMAN 1 Pacet dan SMAN 20 Surabaya saling berhadapan. Dalam lanjutan Honda DBL 2021 East Java Series di Gelora Pancasila, Senin (1/11/2021) kemarin.

Jual beli serangan terjadi sejak awal pertandingan. Lewat permainan ngotot ala Suroboyoan, akhirnya Twenty (julukan SMAN 20 Surabaya) mengunci kemenangan dengan skor 39-28.

Twenty menang bukan hanya karena kengototan mereka semata. Namun, juga karena berhasil memanfaatkan lemahnya transisi lawan. Mereka mencetak 21 poin dari 27 kali turnover lawan.
Selain itu, moncernya duo motor serangan Twenty, Achmad Barron Shafy dan Danendra Ahnaf Athallah, membuat Twenty tak terbendung.

Skuad asuhan Septian Rizky Saputra ini sempat kurang menyakinkan di menit awal pertandingan. Akibat demam panggung. Namun akhirnya Twenty bisa membalikkan keadaan lewat tambahan dua poin dari Achmad Baron dimenit lima lewat dua kali free throw. Kuarter pertama pun berakhir dengan skor sangat minim, 3-2 untuk keunggulan Twenty.

Memasuki kuarter kedua, Twenty masih belum bisa lepas dari rasa nervous. Meski begitu, mereka bisa menjauhi perolehan skor Smansa (Sebutan SMAN 1 Pacet).

Kali ini giliran Maulana Jibran Arrafi yang jadi aktor dibalik unggulnya Twenty. Dua kali layup yang dia lakukan di kuarter ini mampu memberikan tambahan empat poin bagi Twenty.

Melihat permainan timnya yang masih belum berkembang, membuat Coach Septian memberikan suntikan motivasi pada jeda paruh pertama.

“Saya tekankan ke pemain agar bermain yang fokus dan jangan sampai lengah sehingga kena comeback lawan,” ujarnya.

Mendapat suntikan semangat dari sang pelatih, tim Twenty langsung tancap gas di paruh kedua. Kuarter tiga Twenty benar-benar tak memberi kesempatan menyerang bagi Smansa. Bahkan di sepuluh menit ketiga ini, Twenty menambah 14 poin dan Smansa hanya bisa menyetak 3 poin.

Achmad Barron Shafy yang bermain selama 27 menit 18 detik itu mampu membukukan 15 poin. Sedangkan Danendra Ahnaf Athallah, mengemas 12 poin dari 38 menit 2 detik permainannya.

Coach Septian bersyukur timnya bisa tampiil baik dan meraih kemenangan meski terganggu nervous pada dua kuarter awal. Menurutnya, kemenangan ini bisa memberikan gambaran tentang kelemahan timnya.

“Permainan Twenty kurang maksimal hari ini. Saya memaklumi karena mereka sudah lama tidak bermain di Honda DBL. Tapi, saya sedikit terganggu melihat pola defense anak-anak. Hal tersebut yang akan jadi bahan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Karena saya ingin punya tim dengan defense yang kuat,” terang Coach Septian. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved