Breaking News:

DJKN Jatim Buka Akses Lelang bagi Pelaku UMKM untuk Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

DJKN Kantor Wilayah Jawa Timur membuka akses bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut program lelang.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: capture virtual media briefing 
Kepala Kanwil DJKN Jatim, Tugas Agus Priyo Waluyo, saat virtual Media Briefing Extravaganza Hari Oeang, Senin (1/11/2021).  

SURYA.co.id|SURABAYA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kantor Wilayah Jawa Timur membuka akses bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut program lelang.

Program ini  sebagai salah satu cara memasarkan produk UMKM ke pasar.

Hal ini dilakukan untuk ikut mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditengah pandemi Covid 19.

Kepala Kanwil DJKN Jatim, Tugas Agus Priyo Waluyo, saat virtual Media Briefing Extravaganza Hari Oeang, Senin (1/11/2021),  mengatakan, pihaknya siap melakukan diversifikasi layanan berupa lelang produk UMKM.

"Dengan target membantu proses pemasaran produk melalui website  lelang-jatim.kemenkeu.go.id," kata Tugas.

Sebelum pandemi, layanan lelang yang dilakukan DJKN hanya berupa lelang eksekusi yang terdiri dari lelang sitaan kejaksaan, hak tanggungan, putusan pengadilan, Ps 45 KUHP, kepailitan dan sitaan pajak, serta lelang non eksekusi berupa penghapusan Barang Milik Negara (BMN)/Daerah (BMD).

"Untuk kali ini UMKM bisa memanfaatkan lelang UMKM pada Extravaganza Hari Oeang mulai 1 - 9 November 2021," jelas Tugas.

Dengan ikut berperannya UMKM diharapkan mampu meraih target pokok lelang 2021 oleh DJKN Jatim mencapai Rp 3,089 triliun.

Hingga September 2021, DJKN Jatim telah merealisasikannya sebesar Rp 2,867 triliun atau sekitar 90,88 persen dari target. "Dengan total frekuensi lelang sebanyak 3.459," ujar Tugas.

Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2021 yakni Rp 88,6 miliar, dan hingga September 2021 terealisasi Rp 56,18 miliar atau 63,41 persen. Dari total realiasi lelang pokok sampai September tersebut, kontribusi lelang dari produk UMKM masih sangat kecil yakni Rp 35 juta.

"Karena itulah kami mendorong UMKM ikut serta, sebab potensi lelang UMKM diyakini bakal semakin bagus seiring dengan upaya berbagai pihak yang terus mengembangkan usahanya," bebernya.

UMKM maupun pembina UMKM di setiap wilayah kabupaten/kota di Jatim ini terus bergerak.

Salah satunya seperti Bank Indonesia yang juga terus semangat menggerakkan program Rumah Kurasi yang memberikan pembinaan agar produk UMKM yang dihasilkan bisa berkualitas bahkan bisa masuk pasar ekspor.

Sementara itu, Tugas Agus mencatat, beberapa pelaku UMKM yang sudah memasarkan produk melalui portal lelang DJKN Jatim berasal dari 14 daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Trenggalek, Lumajang, Tulungagung, Surabaya, Madiun, Bondowoso, Blitar, Jombang, Kediri, Sidoarjo, Kota Batu dan Bojonegoro.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved