Spesifikasi Senapan SS1-V2 yang Dipakai Pelaku Tembaki Komandan BAIS TNI hingga Tewas di Aceh
Inilah spesifikasi Senapan SS1-V2 yang dipakai para pelaku menembaki komandan BAIS TNI hingga tewas di Aceh.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Inilah spesifikasi Senapan SS1-V2 yang dipakai para pelaku menembaki komandan BAIS TNI hingga tewas di Aceh.
Diketahui, polisi sudah berhasil mengamankan 3 tersangka yang diduga menjadi pelaku penembakan yang menewaskan Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di wilayah Pidie, Aceh, Kapten Inf Abdul Majid (53).
Dari hasil penyelidikan sementara, senjata api yang digunakan untuk menembaki korban adalah jenis SS1-V2 yang berasal dari sisa konflik di Aceh.
"Ini senjata sisa konflik dahulu, dia simpan.
Kemudian pada saat itu, digunakan untuk melakukan perampokan.
Termasuk dengan amunisi. Amunisi 11, tapi karena sudah usang, ada beberapa yang sudah ditembakan (tidak berfungsi)," ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Minggu (31/10/2021), melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Komandan BAIS TNI Tewas Ditembaki Kawanan Perampok, Polisi: Pakai SS1-V2, Sisa Konflik Dulu...'
Senapan SS1-V2 merupakan senapan serbu pengembangan dari SS1-V1 yang diadopsi langsung dari FN FNC.
Perbedaan terletak dari segi berat dimana senapan ini memiliki berat kosong 3.93 kg dan berat isi 4.29 kg, lebih ringan dari versi sebelumnya serta panjang laras yang dipangkas menjadi 363 mm.
Untuk munisi, tetap menggunakan kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO.
Berikut spesifikasinya melansir dari laman pindad.com
- Length : Butt extended : 890 mm Butt folded : 666 mm
- Barrel : Length : 363 mm Rifling : 6 grooves, RH 177.8 mm(7") twist
- Weight : With empty magazine : 3.91 kg With full magazine (30 rounds) : 4.27 kg
- Effective range : 300 m
- Sight : Rear sight :"O" type and 2 positions : Mark 250 for range (0-300) m Mark 400 for range (300-450) m Foresight : Protected post Telescope sight (optional) : Yes
- Rate of Fire : - Cyclic : 720 - 760 rpm - Effective automatic fire : 120 - 200 rpm - Effective single shot : 60 rpm
- Ammunition : - Ordinary ball cartridge : MU5-Tj or SS 109 - Blank cartridge MU5-H - Cartridge for grenade launching
Ditembaki kawanan rampok
Sementara itu, ketiga tersangka ternyata adalah komplotan rampok berinisial AF, D dan M.
Ketiganya diduga telah merencanakan aksi perampokan tersebut.
Menurut Winardy, sebagai eksekutor yang menembaki korban adalah tersangka AF.
"Ini murni perampokan, kami sudah dalami. Mereka ingin menguasai uang korban," ujar Winardy.
Winardy menjelaskan, aksi perampokan itu telah direncanakan para tersangka.
Tersangka M, yang diketahui sudah mengenal korban, mengajak dua rekannya AF dan D untuk merampok korban.
M mengaku telah mengetahui kebiasaan korban yang membawa uang di dalam mobil. M lalu mengajak AF dan D bertemu di sebuah ladang cabai milik D.
Di sana, para tersangka merancang aksi perampokan dan membagi peran masing-masing.
Saat itu M meminta AF untuk menembak pintu mobil di bagian sopir hingga korban tewas setelah dirinya keluar dari mobil.
Setelah itu, rencana segera dilakukan.
M mengajak korban bertemu di Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (28/10/2021).
AF yang melihat M sudah keluar dari mobil segera memberondong pintu sopir.
Korban pun tewas terkena tembakan.
Tak lama kemudian, M masuk kembali ke dalam mobil dan membawa lari uang sebesar Rp 35 juta.
Sehari sesudahnya, AF, D, dan M kembali bertemu di ladang D untuk bagi hasil.
Kepada rekannya, M mengaku uang yang dibawa korban hanya berjumlah Rp 5 juta.
Uang itu kemudian dibagikan masing-masing untuk AF sebesar Rp 1 juta, D Rp 500.000, dan sisanya M.
Sementara itu, Winardy mengatakan, kasus penembakan itu merupakan ranah POM TNI. Namun, Polda Aceh siap membantu untuk mengungkap pelaku dan motifnya.
Soal kelanjutan kasus, dia meminta agar hal itu ditanyakan langsung ke pihak TNI.