Breaking News:

Berita Olahraga

Atlet Paralayang Adu Ketangkasan di Lumajang Sambut Porprov Jatim 2022

Ratusan atlet paralayang dari sejumlah kota se-Jawa Timur menjajal arena paralayang di Gunung Wayang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Tony Hermawan
Atlet paralayang saat menjajal arena di Gunung Wayang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Mereka adu ketangkasan menyembut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 mendatang 

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | LUMAJANG - Ratusan atlet paralayang dari sejumlah kota se-Jawa Timur menjajal arena paralayang di Gunung Wayang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Minggu (21/10/2021).

Setidaknya ada 116 atlet paralayang adu ketangkasan dalam laga uji coba menghadapi Porprov 2022. Terdapat 3 kelas pertandingan dalam Liga dua paralayang tersebut, yakni kelas usia 19 tahun putra dan putri, 21 tahun putra dan putri serta kelas umum putra dan putri.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat membuka uji tanding mengaku bangga liga paralayang dapat berlangsung di Lumajang. Ini merupakan kali pertama Lumajang menjadi tuan rumah.

"Ini memabanggakan sekali, apalagi dengan view yang sangat indah sebenarnya arena paralayang ini bisa menjadi wisata aerosport nasional bahkan internasional," kata Indah.

Sementara itu, Oktafiani Ketua Panitia Liga II Uji Coba Paralayang menjelaskan, sebelum tanding para atlet melakukan sejumlah persiapan agar bisa tampil maksimal.

Dalam laga ini mulanya para atlet melakukan lepas landas di perbukitan Gunung Wayang, yang ketinggiannya mencapai 987 meter di atas permukaan laut.

Atlet yang lebih dulu bisa mendarat sempurna, dan menyentuh pit di tengah sasaran akan menjadi pemenang.

"Tapi ada juga beberapa atlit mendarat kurang sempurna. Ada yang malah mendarat di tengah areal persawahan yang berada di samping sasaran," bebernya.

Diketahui, liga uji coba paralayang ini sudah berlangsung tiga hari, sejak tanggal 29-31 Oktober.

Diharapkan, event tersebut dapat berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, utamanya kuliner dan homestay.

Selain itu, diharapkan olahraga paralayang ini dapat menjadi ikon pariwisata baru di Lumajang. Sebab, spot Gunung Wayang dengan latar belakang Gunung Semeru dan di sisi kiri hamparan luas pantai selatan Pulau Jawa Timur, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan berkunjung ke tempat ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved