Breaking News:

Berita Bangkalan

Minyak Goreng Bikin Ibu di Bangkalan Ini ‘Tergelincir’ ke Penjara, Gelapkan Uang Pembeli Rp 206 Juta

Karena perbuatannya, GMS dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino didampingi Kasatreskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dan Kasi Humas Iptu Sucipto membeberkan sejumlah barang bukti penggelapan minyak goreng, Jumat (28/10/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Berjualan salah satunya minyak goreng, memang bisa menjanjikan keuntungan besar karena komoditas ini memang dibutuhkan orang banyak. Tetapi gara-gara niat meraup uang besar dengan modus berpura-pura menjual minyak goreng, GMS (28), seorang ibu muda di Bangkalan harus terpeleset masuk penjara.

Warga Kelurahan Kraton tersebut bermain cukup licin di bidang minyak goreng, sampai beberapa calon pembeli percaya. Tidak sembarangan, GMS bisa menggelapkan uang pembeli senilai total Rp 206 juta namun minyak goreng tidak pernah dikirim, sehingga ia pun ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan.

Mengenakan kaos tahanan berwarna oranye dan jilbab hitam, GMS hanya bisa menunduk ketika dihadirkan dalam gelar rilis di Polres Bangkalan, Kamis (28/10/2021).

“Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dengan status saksi, akhirnya terlapor (GMS) kami tetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan minyak goreng sebanyak 970 kardus dengan nilai Rp 206,8 juta," ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino di hadapan awak media.

Barang bukti yang disita dari tersangka adalah 5 lembar screenshot percakapan melalui layanan WhatsApp (WA) dari tersangka GMS, satu unit ponsel, dan 3 lembar bukti transfer masing-masing tanggal 20, 21, dan 22 Maret 2021.

Alith menjelaskan, kasus ini berawal ketika pelapor berinisial AMZ (34), warga Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan memesan sejumlah 940 kardus minyak goreng merek Sunco kepada tersangka GMS, Jumat (19/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kesepakatan tercapai di mana AMZ membayar senilai Rp 140.650.000 (Rp 140,6 juta). Dan GMS menjanjikan pesanan akan dikirim pada 2 April 2021. Dari nilai di atas itu, AMZ membayar secara bertahap sebanyak empat kali pembayaran dengan sistem transfer,

Namun, lanjut Alith, pada 2 April 2021 GMS memberitahu AMZ perihal keterlambatan pengiriman pesanan minyak goreng dari Surabaya. Sepekan kemudian, 8 April 2021 pengiriman pesanan tetap tidak dilakukan oleh GMS.

“AMZ adalah korban penggelapan dengan kerugian senilai Rp 140.650.00. Sedangkan korban lainnya, AMA menderita kerugian senilai Rp 66.150.000. Kasus dan modusnya sama, dimungkinkan ada korban lain. Tetapi baru dua orang yang melapor,” jelas Alith.

Di hadapan penyidik Satreskrim Polres Bangkalan, GMS mengaku uang dari hasil kejahatannya telah ludes untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi diduga, GMS hanya mengaku kepada korban-korbannya bahwa memiliki banyak stok minyak goreng namun sebenarnya hanya modus untuk melakukan penipuan dan penggelapan.

Karena perbuatannya, GMS dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun.

“Kami menunggu apakah korban lain yang ingin melapor. Jumlah korban atas kasus penggelapan dengan tersangka GMS hingga saat ini masih dua orang. Kami belum tahu berapa jumlah korbannya, namun baru dua orang yang melapor kepada kami,” pungkas perwira menengah kelahiran Surabaya itu. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved