Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Wagub Emil Tekankan Signifikansi Penurunan Kemiskinan Agro dan Pedesaan di Jatim

Wagub Emil menekankan betapa penting dan signifikannya penurunan kemiskinan agro dan pedesaan bagi upaya pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat membuka War Room Forum Pembangunan Daerah 2021 terkait Akselerasi Penurunan Tingkat Kemiskinan Jawa Timur "Menurunkan Angka Kemiskinan Agro di Jawa Timur" di Hotel Harris, Surabaya, Rabu (27/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak menekankan betapa penting dan signifikannya penurunan kemiskinan agro dan pedesaan bagi upaya pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

"Jika kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan agro di Jawa Timur bersama dengan angka kemiskinan di pedesaan secara umum, insya Allah target pengentasan kemiskinan kita bisa tercapai," ucap Wagub yang akrab disapa Emil itu saat membuka War Room Forum Pembangunan Daerah 2021 terkait Akselerasi Penurunan Tingkat Kemiskinan Jawa Timur "Menurunkan Angka Kemiskinan Agro di Jawa Timur" di Hotel Harris, Surabaya, Rabu (27/10/2021).

Menurut Wagub Emil, hal tersebut penting mengingat wilayah pedesaan menyumbang jumlah kemiskinan terbesar daerah dengan persentase sebesar 15,05% per Maret 2021. Ini menyebabkan, pengentasan kemiskinan harus difokuskan ke wilayah tersebut yang profesinya didominasi oleh para petani.

Berdasarkan data Bappeda Prov Jatim per Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jatim berjumlah 4.572.730 atau sekitar 11,40 % dari total penduduk. Ada 17 kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin di atas persentase Jatim. Yakni Kediri, Madiun, Trenggalek, Nganjuk, Situbondo, Gresik, Bojonegoro, Lamongan, Bondowoso, Pacitan, Pamekasan, Ngawi, Tuban, Probolinggo, Sumenep dan Bangkalan.

Sedangkan sisanya, 21 kabupaten/kota berada di bawah persentase Jatim, yakni Kabupaten Mojokerto, Magetan, Malang, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Tulungagung, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Blitar, Banyuwangi, Pasuruan, Blitar, Lumajang, Jombang, Ponorogo dan Jember.

Meski begitu, beberapa daerah tetap dianggap memiliki jumlah kemiskinan tinggi karena jumlah penduduk yang banyak.

Terdapat 15 wilayah kantong kemiskinan yang rencananya akan dijadikan fokus pilot project pengentasan kemiskinan. Di mana, setiap kabupaten/kota menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan pada 2024 yang akan datang.

Ke-15 wilayah itu adalah Pasuruan dengan target 7,8% tingkat kemiskinan pada 2024, Malang dengan target 8,3%, Sampang, Bangkalan dan Sumenep dengan target 17%, Bojonegoro dengan target 11%, Jember dengan target 8,8%, Kediri dengan target 8,9%, Probolinggo dengan 16,21%, Bondowoso dengan 12,2%, serta Pamekasan dengan 10,9%. Sementara Tuban, Lamongan, Lumajang dan Situbondo masih belum memasang target.

"Untuk itu, kita harus punya langkah kongkrit. Mengatasi kemiskinan tidak bisa dengan teori saja, tapi juga harus terjun langsung ke lapangan. Setelah forum diskusi ini, harus ada keputusan dan penindaklanjutan dari keputusan itu," terang Wagub Emil.

Mantan Bupati Trenggalek itu turut mengatakan, bahwa salah satu masalah yang seringkali ditemui adalah penduduk miskin yang berusia lanjut. Lansia, lanjutnya, merupakan tantangan karena mereka bergantung pada bantuan sosial.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved