Breaking News:

Berita Pasuruan

Wabup Pasuruan Minta Calon Kasek dan Pengawas Berintegritas Tinggi sebagai Pendidik

Gus Mujib berharap, semua tugas pokok guru dipahami dan dilaksanakan dengan sepenuh hati. Jangan sampai diabaikan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Wabup Pasuruan, KH Mujib Imron membuka diklat calon kasek dan pengawas sebanyak 107 orang guru PNS, Rabu (27/10/2021) pagi. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron memberikan pesan khusus kepada para calon kepala sekolah (kasek) dan pengawas di Kabupaten Pasuruan. Pesan itu disampaikan Gus Mujib, sapaan wabup, saat membuka diklat yang diikuti 107 PNS selaku calon kasek dan pengawas, Rabu (27/10/2021) pagi.

Gus Mujib meminta para calon kasek dan pengawas bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi. "Pesan saya, tidak boleh melupakan tugas sebagai seorang guru, yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi," ujar Gus Mujib.

Gus Mujib berharap, semua tugas pokok guru dipahami dan dilaksanakan dengan sepenuh hati. Jangan sampai diabaikan. Ia juga meminta ketika kasek atau pengawas sudah dilantik, harus bekerja cermat disiplin sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

Termasuk, kata Gus Mujib, mempelajari kode etik sebagai guru, kasek maupun pengawas. "Pelajarilah kode etik guru dan tugas sebagai Kasek, dan Pengawas," urainya.

Gus Mujib juga berpesan, yang lolos sebagai pengawas sekolah dan kasek harus mampu menerapkan hasil pembelajarannya untuk mewujudkan guru penggerak. "Pemimpin pembelajaran bertugas untuk menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid," lanjutnya.

Ia berharap agar outputnya nanti, anak-anak semakin senang dan berbahagia untuk sekolah, minimal menjadi manager dan memiliki komitmen untuk memajukan sekolahnya. "Selalu berkoordinasi antar sesama serta komunikasi kepada jajarannya. Komunikasi ini wajib apalagi dengan media yang begitu mudah kita dapatkan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani mengatakan, ada 107 orang guru yang mengikuti diklat kali ini. Rinciannya, 89 guru sekaligus calon kasek SD Negeri, kemudian 4 calon pengawas TK, 11 calon pengawas SD dan 3 orang calon pengawas SMP.

Ratusan guru tersebut akan menjalani diklat selama 3 bulan. Untuk para calon kasek akan mengikuti diklat selama 300 jam pelajaran (JP), sedangkan calon pengawas mengikuti diklat selama 171 jam pelajaran.

"Diklat digelar dengan penerapan in class dan out class. Kalau in class kita laksanakan di Dinas Pendidikan dengan 1 kelas berisi 20 peserta. Sedangkan outclass di sekolahnya masing-masing," katanya.

Dijelaskan Ninuk, diklat para calon kasek dan pengawas sekolah bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi guru yang ditugaskan sebagai seorang kasek maupun pengawas.

Pemenuhan standar tersebut telah diatur dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru yang akan dicalonkan sebagai kasek maupun pengawas. "Syarat utama sebagai calon kepala sekolah dan syarat secara resmi berdasar Peraturan Perundang-Undangan, guru harus punya kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat diklat dan punya Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS)," terangnya.

Tadk hanya itu saja, tujuan digelarnya diklat calon kepala sekolah dan pengawas adalah untuk memenuhi kekurangan jumlah pengawas sekolah dan kasek yang sudah purna tugas maupun meninggal dunia.

Menurutnya, di Kabupaten Pasuruan terdapat 95 posisi kasek yang saat ini kosong. "Kalau semuanya lulus, paling tidak bisa mengurangi data kekurangan kasek dan pengawas sekolah yang sudah purna tugas maupun meninggal dunia," tutupnya. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved