Breaking News:

Berita Malang Raya

Urai Kemacetan di Kota Malang, Ada Rencana Roda Dua Diperbolehkan Melintasi Fly Over

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan atas rencana tersebut.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Foto Ilustrasi, ratusan kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas keluar Kota Malang dari arah selatan ke utara di Jalan A Yani, Kota Malang, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menggagas rencana untuk mengizinkan kendaraan roda dua melintas di Fly Over, untuk mengurai kemacetan di beberapa titik jalan.

Dalam mengkaji rencana tersebut, Dishub Kota Malang akan menggandeng Satlantas Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan atas rencana tersebut.

Namun, rencana itu harus digodok secara matang.

Karena pertimbangan yang utama adalah mencegah adanya penumpukan kendaraan di sisi Fly Over.

"Memang kami sudah merencanakan agar kendaraan roda dua bisa melintas di Fly Over. Ini juga masih perlu kami siapkan, kemudian juga kami masih akan mengecek kondisi jalan apakah memungkinkan," ujarnya, Rabu (27/10/2021).

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono menjelaskan, kemungkinan besar rencana itu bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Mengingat, jumlah kendaraan roda dua di Kota Malang sudah cukup banyak, tetapi tidak diimbangi dengan perluasan atau penambahan jalan.

"Tujuan utamanya adalah mengurai kemacetan, sekalian kami buat agar layak. Karena dari pantauan kami bersama Satlantas Polresta Malang Kota, juga masih banyak roda dua yang nekat melanggar aturan larangan melintasi Fly Over," bebernya.

Selain rencana pembukaan akses Fly Over secara legal untuk pengendara roda dua, pihaknya juga merencanakan pemasangan speed trap.

Hal itu untuk mengontrol kecepatan pengendara, serta mencegah pengguna jalan berkendara secara ugal-ugalan.

"Kami bekerja sama dengan Satlantas Polresta Makota untuk penerapannya. Kami juga masih mempertimbangkan efek getaran ketika kendaraan berat melindas speed trap," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Yoppi Anggi Khrisna mendukung penuh, seluruh rencana dan inovasi tersebut.

"Untuk speed trap, kami rencanakan dipasang di Jalan Besar Ijen karena sering digunakan sebagai trek balap liar. Kemudian, kami juga usulkan untuk dipasang di Jalan Ahmad Yani. Ini semua adalah upaya, agar pengguna jalan tidak kebut-kebutan dan bisa mewujudkan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara di jalanan Kota Malang," tandasnya.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved