Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Madiun

Update Pembantu Rumah Tangga di Madiun Tewas, Hasil Otopsi Keluar, Ada Jejak Kekerasan

Satreskrim Polres Madiun sendiri masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kasus tewasnya Ismiati.

Tayang:
tribun jatim/sofyan arif candra
Tim Inafis Polres Madiun melakukan olah TKP di rumah korban, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (25/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Tim forensik telah melakukan autopsi jenazah pembantu rumah tangga (PRT), Ismiati yang ditemukan tewas telentang di dalam rumahnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/10/2021).

Hasilnya, dari otopsi tersebut menunjukkan adanya jejak kekerasan menggunakan benda tumpul pada kepala dan leher korban.

"Hasil otopsi menjelaskan terdapat kekerasan benda tumpul pada kepala dan leher yang menyebabkan pendarahan dan jatuh dalam kondisi asfiksia," kata Kapolres Madiun, AKBP Jury Leonard Siahaan, Rabu (27/10/2021).

Juri menjelaskan, asfiksia adalah kondisi ketika kadar oksigen di dalam tubuh korban berkurang yang mengakibatkan penurunan kesadaran yang bisa menyebabkan kematian.

Satreskrim Polres Madiun sendiri masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kasus tewasnya Ismiati.

Mulai dari mengumpulkan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga keterangan para saksi.

Baca juga: Perempuan Madiun Ditemukan Meninggal di Rumah, Diotopsi karena Ada Darah di Telinga

Ia juga belum bisa memastikan apakah Ismiati tewas karena dibunuh atau disebabkan hal lainnya.

"Saat ini rekan-rekan Reskrim lagi melaksanakan penyelidikan. Mohon doanya agar segera terungkap," pungkas mantan Penyidik KPK tersebut.

Sebelumnya diberitakan seorang perempuan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (24/10/2021).

Ismiyati ditemukan sudah dalam keadaan telentang meninggal dunia di dalam rumahnya yang terkunci.

Tetangga korban sudah mulai bertanya-tanya lantaran sedari pagi korban memang sudah tidak keluar rumah.

Namun mereka berpikir korban sedang ke rumah anaknya yang ada di daerah lain.

"Baru ketahuan itu saat keponakannya mau titip bikin es. Tapi pintunya di ketuk-ketuk tidak dibuka," kata tetangga korban, Bagiyo, Senin (25/10/2021).

Setelah diintip dari ventilasi ternyata korban yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) sudah telentang di lantai.

Keluarga pun mendobrak pintu tersebut dengan maskud mengetahui kondisi korban.

"Ternyata sudah meninggal dunia. Lalu keluarga inisiatif lapor ke Polsek karena ada darah di telinga kanan," lanjutnya.

Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Korban memang punya riwayat penyakit paru-paru, jantung serta hipertensi atau darah tinggi.

BACA BERITA MADIUN LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved